#petani#bantuan#lambar

Petani Kopi Lambar dapat Bantuan Sarana Pengolahan Pascapanen

Petani Kopi Lambar dapat Bantuan Sarana Pengolahan Pascapanen
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dan Wabup Mad Hasnurin serahan banrtuan di gedung Sekolah Kopi di Kecamatan Sumberjaya, Kamis, 14 Juli 2022. (Foto:Lampost-Eliah)


LIWA (Lampost.co)--Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan memberikan program bantuan berbagai sarana di bidang perkebunan.

Bantuan itu secara simbolis diserahkan oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dan Wabup Mad Hasnurin di gedung Sekolah Kopi di Kecamatan Sumberjaya, Kamis, 14 Juli 2022.

Adapun bantuan yang diberikan itu yakni bantuan sarana pengolahan pascapanen berupa 120 lembar terpal jemur yang diperuntukkan bagi 8 kelompok tani dan 30 petani perkebunan perorangan. Kemudian mesin pengolah kopi basah atau pemecah kulit kopi basah 10 unit untuk 10 kelompok.

Selian itu, ada mesin pencacah rumput untuk pakan ternak sebanyak 25 unit dan ternak kambing 72 ekor untuk 16 kelompok serta 63 unit bantuan mesin potong rumput.

Bupati Lambar Parosil Mabsus menyampaikan bahwa bantuan ini untuk membantu para petani mendapatkan hasil produksi yang maksimal sehingga dapat meningkatkan pendapatanya.

Selain meningkatkan produksi, melalui bantuan tersebut juga diharapkan mutu dan kualitas produksi yang dihasilkan petani melalui pemanfaatan teknologi juga bisa lebih maksimal sehingga nilai jualnya bisa berdaya saing.

Bantuan sarana produksi ini merupakan implementasi salah satu dari pitu program unggulan yaitu program unggulan yang kelima dalam rangka "Menyejahterakan Petani".

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Yudha Setiawan, mengatakan pemberian bantuan kepada kelompok tani itu merupakan upaya Pemkab melalui pihaknya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui program integrasi tanaman.

Program pemberian bantuan bagi kelompok tani itu dimaksudkan agar petani dapat melakukan usaha taninya secara terintegrasi, yakni sambil melakukan usaha tani kopi, petani juga melakukan usaha ternak dan tanaman tumpangsari lainya.

Kegiatan usaha tani kopi terintegrasi dengan budi daya ternak, kata dia, dapat dilakukan petani dengan memanfaatkan limbah tanamanya sebagai sumber pakan ternaknya. Kemudian dari kotoran ternak itu, petani juga bisa memanfaatkanya untuk pupuk kandang.

"Melalui usaha tani secara terintegrasi ini maka petani kedepan akan merasakan hasilnya. Sebab melalui budidaya terintegrasi ini maka petani tidak semata hanya mengandalkan hasil dari panen kopi saja akan tetapi masih ada panenan lain yang dapat diandalkan untuk memenuhi  kebutuhan sehari-hari," kata Yudha.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait