#hama#belalang#petani

Petani Khawatir Serangan Belalang Kumbara Akibatkan Gagal Panen

Petani Khawatir Serangan Belalang Kumbara Akibatkan Gagal Panen
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lamsel, Bibit Purwanto saat meninjau areal persawahan di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji yang diserang hama belalang, beberapa hari yang lalu. Dok DTPH-Bun Lamsel


Kalianda (Lampoast.co) -- Sejumlah petani di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, resah akibat hama belalang kembara yang menyerang tanaman padi dan jagung di wilayah setempat. Mereka khawatir serangan itu mengakibatkan tanaman rusak hingga gagal panen.

Siswoyo (40) petani setempat mengatakan, sejak beberapa hari terakhir tanaman padi dan jagung milik petani setempat diserang ribuan belalang.

"Sangat terlihat gerombolan belalang di areal persawahan. Saya khawatir jumlahnya makin banyak dan berdampak hingga merusak. Soalnya hama belalang itu makan daun dan bisa batangnya juga," kata dia Minggu, 1 Maret 2020.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lampungsel, Bibit Purwanto mengatakan pihaknya telah turun langsung meninjau areal lahan pertanian tanaman padi dan jagung milik petani diwilayah itu. Bahkan, pihaknya berencana akan segera melakukan pengendalian hama secara serentak pada Senin, 2 Maret 2020.

"Begitu menerima laporan dari petani, kami langsung turun cek ke lokasi. Upaya kami, secepatnya akan dilakukan pengendalian hama serentak untuk membasmi hama belalang tersebut bersama para petani," kata dia.

Mantan Camat Sragi itu berharap,  petani tetap mewaspadai belalang yang mencapai ribuan tersebut. Petani diminta terus memnatau perkembangannya agar tanaman bisa selamat dari gangguan hama, baik belalang dan hama lainnya.

"Hama belalang ini, datangnya memang bergerombol dan biasanya tidak sekaligus banyak. Mudah-mudahan, tidak mewabah atau menyerang tanaman padi dan jagung dan hanya sekedar lewat saja. Mudah-mudahan dengan pengenalian nanti, hama belalang ini bisa diatasi," ujarnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait