#petani#hamatikus#pertanian

Petani Kesulitan Hadapi Serangan Hama Tikus

Petani Kesulitan Hadapi Serangan Hama Tikus
Pertanian di Lampung Selatan diserang hama tikus. Lampost.co/Perdhana Wibisono


Kalianda (lampost.co) -- Petani di Lampung Selatan, kewalahan menghadapi hama tikus yang menyerang padi di beberapa kecamatan. Apalagi, saat ini tanamannya memasuki usia dua bulan.

Serangan itu masif dilakukan hewan pengerat tersebut sejak sebulan terakhir dengan memakan batang tanaman padi dari tengah sawah secara bertahap hingga menghabiskan seluruh tanaman dalam setiap petaknya.

Untuk menghadapi hama itu, beberapa petani banyak yang nekat memasang jebakan tikus yang dialiri arus listrik atau di pasang setrum di areal sawah. "Terpaksa di pasang setrum, karena sudah tidak bisa diatasi lagi," kata Hartono (59) petani di Kecamatan Kalianda, Senin, 8 Februari 2021.

Menurutnya, hama tikus itu menjadi yang paling parah dalam enam tahun terakhir. Dalam sehari, sekitar 50-70 ekor tikus mati terkena jebakan listrik. "Setiap pagi puluhan tikus mati tesetrum," kata Ribut (61) petani di Kecamatan Sidomulyo.

Untuk mengatasi itu juga, lanjut dia, para petani telah melakukan berbagai upaya, seperti memasang jaring dan racun. "Pertama dikasih racun banyak yang mati, tetapi besoknya sudah nggak mau lagi," kata dia

Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Sidomulyo, Didik Deki Setiawan, menjelaskan sekitar 3 hektare sawah puso akibat serangan tikus. "Sudah dipastikan sawah puso akibat tikus seluas 3 hektare," kata dia.

Untuk menghadapinya, pihaknya bersama petani akan melakukan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Gerakan pembasmian serentak hama tikus dengan memberikan umpan beracun, pasang peledak dan membakar belerang. "Gerakan pertama di sawah Desa Sidowaluyo dan Sidorejo," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait