petanijagung

Petani Jagung Keluhkan Potongan di Pabrik Hingga 20 Persen

( kata)
Petani Jagung Keluhkan Potongan di Pabrik Hingga 20 Persen
Petani jagung. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Setelah sempat anjlok di harga Rp3.000 per kilogram, kini, harga jagung di sejumlah gudang di pesisir timur Kabupaten Lampung Selatan kembali naik Rp 250 menjadi Rp 3.250 per kilogram. 

Petani jagung di Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Amin (45) mengatakan, harga jagung saat ini tembus Rp 3.250 ribu per kg. Padahal sejak awal bulan lalu harga terus turun dari Rp 3.400 hingga dibawah Rp 3.000 ribu per kg. Namun beberapa hari terakhir ini harga naik Rp250 per kilogramnya. 

Meski harga mulai naik, petani mengaku belum menikmati hasil  karena besarnya potongan di pabrik yang mencapai 20 persen.  "Dengan harga saat ini ditambah potongan di pabrik sampai 20 persen, kami hanya terima uang Rp 2.600 per kilonya," kata Solehudin kepada Lampost.co, 6 Agustus 2020.

Petani lainnya,  Sarto (53) di desa Banngunrejo,  Kecamatan Ketapang mengungkapkan, harga jagung di bawah Rp3.000 per kg sehingga petani belum mendapatkan keuntungan. Sebab,   modal yang telah dikeluarkan mulai tanam hingga panen mencapai Rp7 juta per hektare.

"Apalagi hasil panen saat ini merosot.  Biasanya satu hektar bisa dapat 7 ton, sekarang hanya 5 ton, " ucapnya. 

Dengan hasil yang sangat tipis dari penjualan musim panen kali ini, ujar Sarto,  petani terpaksa mencari tambahan modal untuk tanam selanjutnya."Kalau harga masih dibawah Rp 3.000 per kg, kami harus mencari modal tambahan lagi untuk bisa tanam selanjutnya, " pungkasnya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar