#hama#pertanian#petani

Petani Diminta Waspadai Serangan Hama Saat Curah Hujan Tinggi

( kata)
Petani Diminta Waspadai Serangan Hama Saat Curah Hujan Tinggi
Petugas POPT Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Kecamatan Ketapang, Avit Rakedi, saat memeriksa hama pada tanaman padi di sawah Desa Pematangpasir, Rabu, 15 Juli 2020.

Kalianda (Lampost.co): Menghadapi curah hujan yang masih tinggi pada musim tanam gadu 2020, petani di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan diminta mewaspadai berbagai serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. Pasalnya serangan hama tersebut bakal menyebabkan gagal panen jika tidak tepat dalam pengendaliannya.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Kecamatan Ketapang, Avit Rakedi, mengatakan hama tanaman padi saat ini masih berupa hama wereng, hama putih palsu, dan keracunan zat besi.

Walau belum parah, ujar Avid, serangan hama tanaman padi tersebut harus dikendalikan sejak dini, karena pengendalian yang tidak tepat akan berdampak buruk pada tanaman.

"Hama wereng sudah ada, tapi masih populasi, belum ada serangan. Populasi wereng bisa menjadi ancaman, apabila dalam pengendaliannya tidak tepat," kata dia.

Dia menyarankan kepada petani agar melaksanakan pengamatan pada tanaman padi yang dikelola. Karena pengamatan adalah penentu kapan saat yang tepat untuk pengendalian yang benar dan tepat.

"Kami imbau kepada petani supaya lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan buruk. Jangan sampai terjadi kelalaian sehingga gagal produksi hasil pertanian, "  pesan Avid. 

Ia berpesan supaya petani bisa dapat mengatur kondisi air dan jangan terlalu melimpah menyusul curah hujan masih tinggi sejak beberapa pekan terakhir ini. Karena kelembaban yang tinggi akan melahirkan hama penyakit dan jamur. 

"Jadi saya sarankan tidak menggunakan varietas benih yang belum teruji," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar