#Pertanian#lampungselatan

Petani Diminta Waspada Dini Hama dan Penyakit 

Petani Diminta Waspada Dini Hama dan Penyakit 
Petani memberikan pupuk pertama tanaman padi di Dusun Waypelus, Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Lampost /Perdhana Wibisono


Kalianda (Lampost.co) -- Pekan ketiga di bulan Desember lahan pertanian di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, sudah 65% ditanami padi dari sawah seluas 2.044 hektare.

Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Sidomulyo Didik Deki Setiawan menjelaskan sudah sebagian besar lahan sawah sudah ditanami.

"Petani yang belum tanam diharapkan lakukan percepatan mengingat pada saat ini curah hujan tinggi membuat pasokan air mencukupi," ujar Didik, Minggu, 20 Desember 2020. 

Di musim tanam rendeng, serangan penyakit dan hama tanaman lebih rendah dibandingkan dengan musim tanam gaduh. 

"Kalau musim tanam rendeng lebih aman," ujarnya. 

Untuk mengatasi serangan hama dan penyakit, petani yang sudah tanam wajib melakukan pengamatan secara rutin sejak dini. 

"Tanaman harus diamati sejak dini, kalau ada serangan hama bisa cepat diatasi," ujarnya. 

Musuh utama para petani yang kerap menyerang tanaman padi di musim ini adalah hama tikus dan wereng serta penyakit kresek. 

"Kalau hama wereng dan tikus, kalau penyakit biasanya kresek," kata dia. 

Sementara itu, lambatnya beberapa petani untuk tanam padi di musim rendeng disebabkan antrean yang panjang saat hendak menggunakan mesin bajak untuk pengolahan lahan sawah. 

"Antre pakai bajak, karena kami tergabung dalam kelompok tani," kata Sunaryo (49) petani setempat.

Ia mengaku tidak mempersoalkan keterlambatannya baru memulai tanam padi di musim tanam rendeng tahun ini. 

"Enggak masalah yang penting tetap tanam," ujarnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait