#beritalampung#beritalampungterkini#pertanian#hargagabah#panen#musimgaduh#petani

Petani di Sidomulyo Nikmati Panen dan Harga Gabah Lumayan Bagus

Petani di Sidomulyo Nikmati Panen dan Harga Gabah Lumayan Bagus
Harga habah di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, bertahan tinggi berkisar Rp4.800—Rp5.100/kg. Lampost.co/Perdhana Wibysono


Kalianda (lampost.co) -- Petani di Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, sedang menikmati hasil panen yang bagus. Selain hasil panen lumayan, harga gabah kering panen (GKP) masih bertahan tinggi berkisar Rp4.800—Rp5.100/kg.

Stabil dan tergolong tinggi harga GKP membuat para petani setempat banyak menjual gabah kepada para pengepul untuk kebutuhan memenuhi hidup sehari-hari. "Hasil panen musim gaduh tahun ini lumayan bagus," kata Januri (39), salah seorang petani, Jumat, 30 September 2022.

Baca juga: Mendag Janji Harga Kedelai Stabil Seperti Minyak Goreng 

Dia menjelaskan panen dari sawah seluas sekitar setengah hektare miliknya menghasilkan GKP 2—3 ton dengan modal tanam sekitar Rp3—Rp4 juta. "Saya menjual hampir seluruh hasil panen mumpung harga gabah tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Manto (47), salah seorang pengepul gabah warga Kecamatan Sidomulyo, mengaku menampung gabah jenis ciherang dari petani setempat Rp4.800/kg. "Paling tinggi nampung gabah dari petani harga segitu," katanya.

Sejak awal September lalu, beberapa petani setempat sudah mulai masuki masa panen raya dengan jumlah gabah yang diterima semakin hari makin meningkat. "Awalnya sehari sepikul dua pikul, semakin ke sini paling sedikit nampung 2 ton," ujarnya.

Menurut dia, harga gabah bervariasi bergantung kebutuhkan barang, namun pada umumnya pengepul dari luar daerah yang berani menampung dengan harga tinggi. "Pengepul asal Sumatera Selatan dan Pulau Jawa berani harga lebih," katanya.

Dia mengungkapkan panen musim tanam gaduh tahun ini sangat panjang dibandingkan sebelumnya karena para petani tidak tanam serentak. "Musim panen kali ini panjang karena masih banyak tanaman padi belum panen," ujarnya.

Sedangkan harga semua jenis beras di Kecamatan Sidomulyo terpantau naik berkisar Rp200—Rp500/kg, di antaranya jenis IR-64 kualitas premium Rp14 ribu/kg, medium Rp12.700/kg, biasa Rp11.500/kg, dan jenis muncul Rp9.800/kg.

"Untuk jenis muncul masih sulit didapat, kalau jenis lain tersedia," kata Dwi (32), salah seorang pedagang beras.

Naiknya harga beras di saat panen raya masih berlangsung disebabkan gabah banyak dibeli pengepul dari luar daerah sehingga ketersediaan untuk pedagang lokal terbatas.

"Banyak pengepul gabah dari luar daerah membeli dengan harga di atas pasaran sini," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait