#pertanian#hargagabah#beritatulangbawang

Petani di Rawapitu Keluhkan Harga Gabah Anjlok

( kata)
Petani di Rawapitu Keluhkan Harga Gabah Anjlok
Petani padi di Kampung Dutayoso Mulyo, Kecamatan Rawapitu saat menggarap lahan sawahnya. Lampost.co/Ferdi Irwanda


Menggala (Lampost.co): Nestapa petani padi di Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang di tengah pandemi virus korona atau Covid-19. Pasalnya, di tengah kesulitan ekonomi yang dirasakan saat ini, para petani semakin terpuruk dengan nilai jual gabah yang anjlok.

Sunardi salah satu petani Kampung Dutayoso Mulyo, Kecamatan Rawapitu, Tulangbawang mengaku saat ini nilai jual gabah anjlok. Gabah hanya dihargai Rp3.800 per kilo.

"Memasuki panen raya harga gabah turun. Sekarang cuma Rp3.800 aja. Siasanya sih sampai Rp5.000," kata Sunardi, Senin, 5 Oktober 2020.

Marsono petani lainnya mengatakan meski nilai jual gabah tidak sebanding dengan ongkos yang dikeluarkan dengan modal menggarap sawahnya. Namun, mereka tidak dapat menunda waktu panen raya yang telah tiba waktunya. 

"Harga anjlok begini, mau gimana. Enggak dipanen sudah waktunya panen raya. Kami enggak bisa berbuat apa-apa," kata dia.

Mereka berharap, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang dapat membantu menstabilkan nilai jual gabah kering di tingkat petani. 

"Kami berharap harga jual bisa sesuai, minimal harga jualnya sama seperti sebelum masuk panen raya," kata Marsono.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait