#pupuk#petani

Petani di Palas Minta Penyaluran Pupuk Subsidi Sebelum Musim Tanam Mulai

Petani di Palas Minta Penyaluran Pupuk Subsidi Sebelum Musim Tanam Mulai
Foto Dokumentasi/Istimewa


Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengaku pendistribusian pupuk bersubsidi di wilayah setempat kerap terlambat. Petani berharap pupuk bersubsidi harus tersedia sebelum masa tanam dimulai.


Seperti yang diungkapkan, Ketua Kelompok Tani Karya Tani Desa Pematangbaru, Pipit Zen mengaku selama ini pupuk bersubsidi kerap alami keterlambatan ketika petani mulai pemupukan pertama. Sebab, keterlambatan pemupukan itu berdampak dengan pertumbuhan tanaman padi.

"Seharusnya pupuk bersubsidi sudah tersedia di kios sebelum masa tanam dimulai. Ya, minimal paling lambat sudah ada ketika usia tanam padi 15 hari setelah tanam (HST)," kata dia, Kamis, 26 Mei 2022.

Pipit mengaku pendistribusian pupuk pada musim rendeng 2022 kemarin kelompoknya baru mendapatkan ketika usia tanam 30 HST. Bahkan, pupuk yang didistribusikan baru pupuk jenis NPK.

"Tanam rendeng kemarin termasuk terlambat, mas. Bahkan, pertama baru dikirim pupuk bersubsidi jenis NPK. Seharusnya, pupuk urea dulu yang dibutuhkan petani untuk pemupukan pertama," kata dia.

Hal senada diungkapkan, Ketua Gapoktan Mekarmukti Desa Mekarmulya, Darto. Ia bersama petani lainnya berharap pupuk bersubsidi sudah tersedia sebelum masa tanam dimulai. Selama ini ia mengaku pupuk bersubsidi baru tersedia ketika petani melakukan pemupukan pertama.

"Pada dasarnya, pupuk bersubsidi tidak pernah langka. Hanya saja pendistribusiannya lambat. Selain itu, pendistribusiannya dilakukan secara bertahap. Seharusnya pendistribusian harus sesuai kebutuhan. Jadi, ada petani yang dapat lebih awal, adapula yang belum kebagian," kata dia.

Menurutnya musim gaduh 2022 akan dimulai sekitar Agustus mendatang. Untuk itu, ia bersama petani berharap ketersediaan pupuk bersubsidi sebelum Agustus.

"Jangan seperti musim tanam rendeng kemarin, penandatanganan perjanjian jual beli (SPJB) dilakukan akhir tahun, lalu pupuk baru dikirim pada Februari. Banyak tanaman padi sudah usia 30 HST. Ini merupakan aspirasi petani kami melalui Gapoktan," kata dia.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait