#lampungselatan

Petani di Palas Lamsel Manfaatkan Pompanisasi untuk Dapat Sumber Air

Petani di Palas Lamsel Manfaatkan Pompanisasi untuk Dapat Sumber Air
Untuk dapat menggarap lahan persawahan, sejumlah petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, memanfaatkan sumber air di saluran irigasi dengan seadanya, Kamis, 11 Agustus 2022. (Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Hujan yang tak kunjung datang membuat sejumlah petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, memanfaatkan pompanisasi. Untuk dapat menggarap lahan persawahan, petani memanfaatkan sumber air di saluran irigasi dengan seadanya.

Petani asal Desa Palaspasemah, Evan Herlambang, mengatakan hujan yang tak kunjung datang membuat lahan sawahnya kering. Sedangkan, ia akan memasuki masa tanam musim gadu tahun ini.

"Sudah dua pekan terakhir enggak ada hujan. Mau enggak mau kami terpaksa melakukan penyedotan air di Sungai Waypisang. Sebab, musim tanam gadu baru dimulai pengolahan lahan. Sedangkan, ketersediaan air di lahan sawah sudah kering," kata dia, Kamis, 11 Agustus 2022.

Evan melanjutkan pihaknya membutuhkan biaya bahan bakar yang cukup besar. Namun, upaya pompanisasi tetap diambil petani agar tanaman padi bisa segera ditanam.

"Untuk mengisi satu hektare lahan kami butuh waktu dua hari dua malam untuk lahan satu hektare. Biaya juga cukup tinggi, butuh 40 liter solar. Tapi upaya ini tetap diambil petani, kalau tidak ya tidak bisa tanam,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan, Ramli, salah satu petani di Desa Pematangbaru. Dia mengaku dirinya terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk pompanisasi. Biasanya untuk lahan satu hektare miliknya menghabiskan waktu selama tiga hari.

"Penyedotan ini setiap per jam saya mengeluarkan modal sekitar Rp22.500 untuk biaya bahan bakar minyak solar. Jadi, kalau dalam satu kali penyedotan selama tiga hari menghabiskan biaya sekitar Rp1.620.000," kata dia.

Di sisi lain, Kepala UPTD Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Palas, Tarmijan, mengaku saat ini ketersediaan air hujan sudah semakin menipis. Sebab, selama beberapa pekan terakhir tidak ada hujan.

"Hampir semua lahan persawahan sudah mulai kering. Saat ini petani mulai memanfaatkan air dari saluran irigasi yang masih tersisa guna memenuhi pasokan air untuk tanaman padi. Ada juga yang mengandalkan sumur bor pribadi," ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait