#Pertanian

Petani di Palas Dihantui Hama Tikus

Petani di Palas Dihantui Hama Tikus
Ilustrasi. Medcom.id/Syahmaidar


Kalianda (Lampost.co) -- Memasuki masa tanam di musim penghujan sejumlah petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, dihantui serangan hama pengerat. Padahal, proses tanam masih dalam tahap pembibitan dan pengolahan tanah. 

salah satu petani Desa Bandanhurip Muryati mengatakan terpaksa membuat pagar plastik untuk lahan pembibitan. Sebab, hama tikus sudah mengintai tanaman bibit padi yang telah berumur 20 hari. 

"Petani di sini banyak yang memagari bibit padi dengan plastik. Ini merupakan upaya antisipasi supaya tidak dirusak hama pengerat," kata Muryati, Rabu, 30 Desember 2020.

Selain itu, kata Muryati, dirinya juga memasang perangkap racun hama pengerat di setiap irigasi. Hal ini supaya hama tikus memakan racun tersebut dan tidak lagi mengganggu tanaman bibit. 

"Yang jelas, kami sudah antisipasi supaya tanaman bibit untuk luasan tiga perempat bidang (hektare) tidak diganggu dan dirusak hama pengerat," kata dia. 

Hal senada diungkapkan Evan, yang juga petani di Kecamatan Palas. Dia mengaku hama pengerat cukup menghantui petani hingga banyak mengantisipasinya dengan memasang racun hama. 

"Upaya lainnya kami usahakan lahan pembibitan selalu berair. Soalnya kalau lahan yang cukup airnya, hama pengerat enggan juga mengganggu bibit padi," kata dia.

Sementara itu, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) Kecamatan Palas - Sragi, Sumaryo mengatakan risiko serangan hama tikus pada musim rendeng menjadi lebih tinggi lantaran populasi hama ini meningkat usai masa panen beberapa bulan lalu.

"Ya, kalau petani tidak melakukan gerakan pengendalian, ancaman serangan hama tikus pada musim rendeng ini bakal lebih tinggi. Sebab, musim kemarau yang cenderung singkat tahun ini membuat populasi tikus bertambah dan cepat berkembang biak," kata Sumaryo.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait