#gropyokan#tikus#beritalampung

Petani di Kedaung Lakukan Gropyokan Jelang Musim Rendeng

Petani di Kedaung Lakukan Gropyokan Jelang Musim Rendeng
Petani di Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, saat menggelar Gerobyokan tikus di areal lahan desa setempat, Senin (18/11/2019). Lmapost.co/Armansyah


KALIANDA (Lampost.co) -- Guna mencegah terserang hama tikus pada musim rendeng mendatang, ratusan petani Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, melakukan gropyokan massal di area persawahan desa setempat, Senin, 18 November 2019.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, selain gropyokan tikus petani setempat juga diberikan juga cara penggunaan racun tiran dan emposan menggunakan kompor gas. Mereka menyisir setiap lubang tempat persembunyian hama pengerat itu.

Ketua Gapoktan Suka Lestari Desa Kedaung, Saiful mengatakan ratusan petani secara serentak melakukan gerobyokan tikus di areal persawahan desa setempat. Dimana, gerakan pengendalian hama tikus bertujuan untuk antisipasi serangan hama tikus pada musim tanam rendeng.

"Gerobyokan hama tikus ini adalah salah satu langkah untuk mengatasi serangan hama tikus pada tanaman padi. Grobyokan tikus ini tidak lain untuk pengendalian hama tikus yang akan mengancam tanaman padi," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sragi, Eka Saputra mengatakan gerobyokan tersebut dilakukan dengan cara menyemprotkan gas elpiji yang dicampur dengan belerang kedalam sarang tikus.

"Gas elpiji dan belerang yang disemprotkan akan membuat tikus merasa sesak nafas dan keluar dari sarangnya. Kemudian, sebagian menggunakan racun tiran. Gerobyokan tikus itu dilakukan di areal persawahan seluas 188 hektare," kata dia.

Eka mengatakan gropyokan ini juga dilakukan untuk menjaga kekompakan petani di Kecamatan Sragi menghadapi musim rendeng. Ia berharap kedepannya petani dapat melakukan pengendalian hama tikus secara berkelanjutan.

"Mudah-mudahan gerobyokan tikus dapat mengendalikan hama pengerat itu. Harapan saya kedepaannya petani dapat melakukan penegedalian sendiri tanpa harus menunggu ada gerobyokan seperti ini," ujarnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait