#pmk#pmksapi

Pesibar Awasi Keluar Masuk Sapi

Pesibar Awasi Keluar Masuk Sapi
Ilustrasi ternak sapi.


Krui (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) mengawasi arus keluar dan masuk ternak sapi. Hal itu untuk mengantisipasi adanya penyakit mulut kuku (PMK) yang tengah merebak.


Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Pesibar, Unzir M, mengatakan hingga kini belum ada temuan hewan ternak, seperti sapi, kambing, dan kerbau, yang mengidap virus PMK. 

"Kami instruksikan petugas lapangan untuk mengecek, mewaspadai, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat," kata Unzir, Minggu, 15 Mei 2022.

Dia menjelaskan, sapi di Pesibar rata-rata dipelihara langsung masyarakat. Sehingga, pihaknya tidak memfokuskan pemantauan pada satu wilayah saja. Namun, secara umum memantau di 11 kecamatan yang ada di Pesibar. Kendati demikian, Pesisir Selatan memiliki populasi ternak sapi yang cukup banyak.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas KPP Pesibar, Mesrawan, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dan penyuluhan kepada pemilik ternak. 

Dia mencatat, saat ini Pesibar terdapat 9.892 ekor sapi, 607 kerbau, 7.357 kambing, 1.050 domba, dan 802 ekor ternak babi.

"Kami perketat pengawasan lalu lintas hewan ternak terutama dari luar dan melintas di Pesibar," kata Mesrawan.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar