#beritalampung#beritalampungterkini#gempabumi#bencana#risikotinggigempa

Pesawaran Miliki Risiko Tinggi Gempa di Lampung

Pesawaran Miliki Risiko Tinggi Gempa di Lampung
Foto ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wilayah Pesawaran merupakan salah satu daerah di Lampung yang memiliki risiko tinggi terjadinya bencana gempa bumi. Kerawanan disebabkan sejumlah faktor, di antaranya keterpaparan wilayah yang rentan akan gesekan lempeng bumi atau penduduk serta struktur bangunan.

"Berdasarkan dokumen kajian risiko bencana (KRB) gempa bumi bisa terjadi di semua daerah. Namun, dilihat dari lempengan bumi, Pesawaran menjadi daerah cukup rawan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Rudi Sjawal Sugiarto, Senin, 5 Desember 2022.

Dia menjelaskan jika sumber gempa bumi yang berada di sekitar Lampung mayoritas berasal dari gempa tektonik, yaitu zona subduksi yang berada di sebelah barat Pulau Sumatra memanjang sampai selatan Pulau Jawa. Kemudian beberapa segmen sesar sumatra dengan pola sesar geser dextral.

Baca juga: Potensi Dampak Gempa di Bandar Lampung Serupa Cianjur 

"Zona subduksi yaitu pertemuan antara lempeng laut Indo-Australia dan lempeng kontinen Eurasia. Interaksi tersebut menghasilkan gempa bumi dan barisan gunung api di barat Sumatra," ujarnya.

Kemudian, maksud dari sesar Sumatra atau tipe dextral, yakni suatu wilaya memiliki kemiringan hingga 90 derajat sehingga kedalaman gempa yang dihasilkan relatif dangkal. "Tak sedikit kejadian gempa bumi juga menjadi dasar terjadinya bencana tsunami yang dipicu terjadinya gempa bumi di laut yang menyebabkan pergeseran secara vertikal di dasar laut," katanya.

Selain itu, letusan gunung api aktif dan longsoran bawah laut juga dapat memicu terjadinya tsunami.  "Ancaman tinggi kejadian tsunami di Lampung berada di Tanggamus, Pesisir Barat, Pesawaran, dan Lampung Selatan karena memang posisi daerah tersebut merupakan daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia," ujarnya.

Rudi menjelaskan pihaknya terus berkoordinasi masif untuk memantau situasi bencana di daerah setempat. Selain itu, memastikan tim dan peralatan serta kebutuhan selalu sedia jika dibutuhkan kapan pun dan di mana pun.

"Prinsipnya kami memang bekerja khusus untuk keadaan genting seperti bencana alam maupun bencana yang tidak terduga. Sehingga kami siap kapan pun," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait