#ekonomisyariah#pesantren#bankindonesia

Pesantren di Lampung Berpotensi Bangkitkan Ekonomi Syariah

Pesantren di Lampung Berpotensi Bangkitkan Ekonomi Syariah
Tangkapan layar acara Webinar Potensi dan Tantangan Pesantren dalam Pengembangan Ekonomi Syariah, Jumat, 10 September 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ekonomi syariah terus didorong untuk bangkit dan berkembang. Salah satu langkahnya dengan menggali potensi pondok pesantren untuk pengembangan ekonomi syariah di masyarakat. Sehingga pesantren bukan hanya untuk pendidikan dan dakwah, tetapi juga perekonomian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan mengatakan, Lampung Begawi memiliki tujuan bersinergi mengakselerasi pemulihan ekonomi Lampung melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, ekonomi syariah dan digital. Pesantren di Lampung mempunyai lahan yang luas tidak ada salahnya dimanfaatkan secara baik. Seperti menanam pisang dan mengembangkan budi daya madu.

"Hebitren menjadi salah satu opsi kita untuk pesantren menghadapi tantangan dalam ekonomi syariah," katanya saat webinar Potensi dan Tantangan Pesantren dalam Pengembangan Ekonomi Syariah, Jumat, 10 September 2021.

Baca: NU Lampung Diminta Rebut Pasar Halal Dunia

 

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Bambang Himawan mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan ekonomi syariah. Pesantren harus bisa ditingkakan pemberdayaannya sehingga harapannya perekonomian syariah di Indonesia sebagai pusat keuangan dunia.

Sesuai UU Nomor 18 Tahun 2019, pesantren memiliki peran untuk, pertama, pemberdayaan masyarakat sebagai lembaga sosial yang memiliki keunggulan dan kemandirian dalam bidang ekonomi kewirausahaan. Kedua, dakwah untuk pembentukan karakter yang unggul. Ketiga, pendidikan sebagai fungsi transfer of knowledge ilmu-ilmu formal.

"Hambatan dalam pengembangan kemandirian ekonomi pesantren seperti marketing, networking, capability dan financing. Maka positioning Hebitren dalam pengembangan ekonomi berperan sebagai market enabler, akselerator, inisiator, dan fasilitator," katanya.

Ketua Umum DPP Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Indonesia, Hasib Wahab Hasbullah mengatakan perkembangan syariah terus berkembang. Hebitren menyatukan seluruh pesantren di Indonesia untuk berkolaborasi dalam membangun ekonomi bisnis pesantren dan umat.

Kepala Biro Pengembangan Usaha Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Faiz AHZ mengatakan potensi ekonomi syariah pesantren meliputi pengembangan keilmuan dan sosialisasi, agen perubahan sosial, dan laboratorium praktek riil sehingga menghasilkan kemandirian pesantren. 

Potensi usaha pesantren meliputi; Pertama, unit usaha perdagangan meliputi usaha retail/mini market, usaha bahan pokok, usaha elektronik, dan e-commerce. Kedua, unit usaha jasa meliputi usaha percetakan, garmen, dan lembaga keuangan. Ketiga, unit usaha agrobisnis meliputi pertanian dan peternakan.

"Untuk mewujudkannya maka perlu komitmen dalam pengambilan kebijakan, mempersiapkan SDM dan pembentukan unit usaha. Jaringan alumni dan jaringan pesantren bisa digunakan dalam pengembangan usaha," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait