pilkadaKPUAPK

Perusak APK Yusuf-Tulus Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan

Perusak APK Yusuf-Tulus Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan
Tim kuasa hukum tersangka, Alian Setiadi. Lampost.co/Asrul


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Polresta Bandar Lampung dikabarkan telah menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus perusakan alat peraga kampanye (APK) paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Yusuf Kohar-Tulus Purnomo (Yusuf-Tulus).

Satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Aman Efendi, warga Beringin Jaya, Kemiling. Ia ditetapkan sebagai tersangka sejak 24 November 2020. Awalnya ada 7 orang berstatus terlapor yang diperiksa Polresta Bandar Lampung.

Tim kuasa hukum tersangka, Alian Setiadi mengatakan, atas penatapan tersangka tersebut mengajukan praperadilan. Pihaknya mendaftarkan gugatan tersebut ke PN Tanjungkarang, pada Rabu, 25 November 2020.

"Ia benar, hari ini kami ajukan prapreadilan, sudah kami daftarkan ke PN Tanjungkarang," ujarnya.

Menurut Alian, objek yang diajukan dalam praperadilan ada beberapa poin. Pertama, terkait formil yaitu prosedur penetapan cacat formil, yakni diduga melanggar Perbawaslu no 8 tahun 2020, dimana saat pemeriksaan terlapor tidak pernah didampingi oleh Penyidik dan Jaksa dari sentra gakkumdu Bandar Lampung.

Kemudian legal standing pelapor yakni Yopi yang berstatus sebagai tim sukses, seharusnya pelapor WNI yang memiliki hak pilih di wilayah setempat bukan tim suskes.

Lalu terkait materil, alat bukti rekaman pengakuan Aman Efendi. Saat itu, Aman Efendi di bawah ancaman dan intimidasi, lalu direkam secara diam-diam. Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi  Nomor PUU-XIV/2016, yang menyatakan rekaman secara ilegal tak bisa dijadikan alat bukti.

"Kami kuasa hukum, Polisi, Kejaksaan dan Bawaslu, sebagai Sentra Gakkumdu Kota Bandar Lampung, benar-benar menegakan peraturan, ini sebagai ajang koreksi, dan demkorasi berjalan tertib jangan sampai ada korban yang dikriminalisasi," paparnya.

Rencananya Aman Efendi akan dipanggil sebagai tersangka pada pada November 2020. Terkait rencana tersebut Alian menyebutkan kliennya tidak akan hadir.

"Karena saat ini sedang bepropes, kita ajukan praperadilan," paparnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait