#lingkungan

Perusahaan Wajib Miliki Amdal

Perusahaan Wajib Miliki Amdal
Lokasi penambangan batu andesit di Pekon Tambahrejo, Pringsewu. (Foto:Lampost/Widodo)


Bandar Lampung (lampost.co) -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung meminta setiap perusahaan wajib memiliki analisis dampak lingkungan (Amdal) sebagai upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL). 

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, mengatakan kedua dokumen lingkungan hidup itu harus disusun pelaku usaha yang kegiatannya berdampak terhadap lingkungan hidup, seperti perusahaan tambang. 

Sebab, pada prinsipnya setiap aktivitas tambang memiliki dampak berbeda tergantung komoditas tambangnya.

"Secara keseluruhan ada potensi dampak negatif, seperti polusi udara dari debu tambang, penggunaan bahan kimia. Kemudian polusi suara seperti operasional tambang yang sangat bising atau menggunakan bahan peledak," kata Irfan, Jumat, 4 November 2022. 

Selain itu perusahaan diwajibkan membuat Amdal dan UKL-UPL agar bisa meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan, baik udara, tanah, maupun air.

"Jika terjadi pencemaran, perusahaan harus dikenakan sanksi oleh pemerintah, melakukan pemulihan kesehatan masyarakat yang terdampak, dan pemulihan lingkungan yang terdampak," ujarnya.

Ia berharap warga di lokasi tambang mau bersuara dan menyampaikan persoalan-persoalan yang ada agar hak atas lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan terpenuhi. Walhi pun akan membantu mengadvokasi dari suara masyarakat yang hidup di dekat daerah tambang. 

"Jangan sampai daerah terdegradasi polusi dan limbah dari pada aktivitas tambang," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait