#csr

Perusahaan di Lampung Didorong Salurkan CSR di Bidang Permukiman

Perusahaan di Lampung Didorong Salurkan CSR di Bidang Permukiman
Musyawarah Daerah FCL di Hotel Sheraton, Kamis, 17 November 2022. Lampost.co/Effran


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Forum CSR Lampung (FCL) bersama Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung mendorong perusahaan di Bumi Ruwa Jurai dapat menyalurkan program corporate social responsibility (CSR) ke bidang permukiman. Pasalnya, persoalan di sektor itu menjadi salah satu perhatian khusus untuk menjaga lingkungan.

Ketua (Care Taker) FCL, V. Saptarini, menjelaskan persoalan dalam perumahan itu berkaitan erat dengan lingkungan dan perubahan iklim. Kedua hal tersebut harus dijaga dan ditangani bersama salah satunya melalui kegiatan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Bisa dilakukan dengan pengadaan sarana prasarana, seperti MCK (mandi cuci kakus), jalan, bedah rumah, membangun rumah. Pokoknya sarana prasarana yang terkait penyediaan tempat tinggal untuk penduduk,” kata Rini, disela-sela Musyawarah Daerah FCL di Hotel Sheraton, Kamis, 17 November 2022.

Perusahaan juga bisa mendampingi masyarakat untuk mengajarkan hidup sehat dan makanan yang baik dengan menggerakkan pihak yang bergerak di bidang tersebut. Kemudian mendampingi masyarakat untuk memberdayakan ekonominya melalui pergerakan UMKM.

“Itu juga boleh masuk sehingga pemukiman ini bisa jadi kolaborasi yang luas. Untuk itu, kami mendorong banyak pihak dan membentuk formasi sebanyak mungkin ke teman-teman supaya bisa saling dukung dan punya banyak ide untuk masuk ke kolaborasi itu,” ujarnya.

Kepala Bidang di Bappeda Lampung, Ahmad Lia Rujani, mengatakan sebagian besar populasi dunia berada di perkotaan. Wilayah tersebut memiliki banyak persoalan kompleks mulai dari ketahanan pangan, energi, perumahan, dan air bersih. “Persoalan itu memang ada di perkotaan,” kata Ahmad.

Sementara Lampung terdapat 12,58 persen dari total penduduknya 9,06 juta jiwa tinggal di perkotaan. “Banyaknya warga yang hidup di kota, khususnya Bandar Lampung dengan berbagai persoalannya bisa diselesaikan melalui kegiatan CSR,” ujarnya.

Hal itu bisa dilakukan melalui sektor perumahan dan air bersih. Kedua bidang itu hingga kini masih di bawah standar 70 persen untuk perumahan dan 120 meter kubik per kapita per tahun untuk air minum. “Kalau itu terpenuhi baru kebutuhan masyarakat kita bisa dikategorikan tercukupi,” kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait