#dbd

Perubahan Cuaca Picu DBD, Warga Bandar Lampung Diminta Waspada

Perubahan Cuaca Picu DBD, Warga Bandar Lampung Diminta Waspada
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. Dok Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mengingatkan warga agar waspada terhadap perubahan siklus cuaca yang sedang terjadi. Pasalnya, kondisi cuaca tersebut memicu peningkatan penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Bandar Lampung, Desti Mega Putri mengaku telah melakukan pengasapan di 126 kelurahan sebagai pencegahan penyebaran DBD. Namun, menurutnya, kegiatan foging tersebut hanya bisa membasmi nyamuk dewasa, bukan jentik yang terus menyebar dan berkembang.

"DBD ini penyakit yang disebabkan faktor lingkungan tempat tinggal," ujarnya, Kamis, 25 Agustus 2022.

Baca: Bandar Lampung Catat 262 Kasus DBD Selama 2 Bulan Terakhir

 

Menurutnya, ada perubahan siklus penghujan yang terjadi tahun ini yang menyebabkan tingkat kembangbiak nyamuk menjadi tinggi. Ia mengatakan, pada tahun sebelumnya musim penghujan baru terjadi di kisaran bulan September.

"Tapi sekarang dari bulan Juli kemarin udah mulai hujan. Nah, ini yang harus diwaspadai masyarakat. Jangan abai," kata dia.

Masyarakat diminta melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan tempat penampungan air. Menurutnya, banyak lokasi yang tak terduga menjadi tempat jentik nyamuk, seperti vas bunga, dispenser, atau barang bekas di sekitar rumah.

Ia menambahkan, nyamuk aedes aegypti tidak menggigit pada malam hari. Akan tetapi, nyamuk tersebut aktif sekitar pukul 09.00-11.00 dan 16.00-18.00. 

Berdasarkan data Dinkes Provinsi Lampung, Bandar Lampung memiliki jumlah kasus DBD tertinggi, yakni 1.187. Sementara kasus di 14 daerah hanya lainnya kurang dari 400 kasus selama 2022.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait