#internasional#beritainternasional

Pertemuan AS-Tiongkok Berakhir Saling Kritik

Pertemuan AS-Tiongkok Berakhir Saling Kritik
AS dan Tiongkok. Ilustrasi/AFP/Jason Lee


Beijing (Lampost.co) -- Pertemuan tingkat tinggi antara pejabat Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok di Kota Tianjin, Tiongkok, tepat di luar Beijing berakhir dengan kritik dari kedua belah pihak. Sejauh ini, hubungan kedua negara masih memanas yang imbasnya terhadap laju perekonomian.

Bahkan sebelum pembicaraan berakhir, Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Xie Feng mengatakan kepada Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman, hubungan kedua negara sekarang menemui jalan buntu dan menghadapi kesulitan serius.

"Pada dasarnya, itu karena beberapa orang Amerika menggambarkan Tiongkok sebagai musuh yang dibayangkan. Kami mendesak Amerika Serikat untuk mengubah pola pikirnya yang sangat salah arah dan kebijakan berbahayanya," kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok, dilansir dari CNBC International, Selasa, 27 Juli 2021.

Meski demikian Tiongkok masih ingin bekerja dengan AS dengan syarat para pemimpinnya mengubah arah dan mematuhi kepentingan Tiongkok. 

Kantor berita Xinhua melaporkan Xie mengatakan Tiongkok memberi AS dua daftar. Satu dari kesalahan yang perlu ditangani. Kedua tentang masalah yang dianggap penting Beijing.

Daftar pertama menyerukan AS untuk menarik permintaan ekstradisi dari CFO Huawei Meng Wanzhou, mencabut sanksi terhadap pejabat Tiongkok, menghapus pembatasan visa pada pelajar Tiongkok, dan berhenti menekan perusahaan Tiongkok.

Ketika ditanya tentang daftar tersebut pada panggilan telepon dengan wartawan setelah pertemuan tersebut, pejabat senior Pemerintah AS tidak menyebutkan nama item tersebut, tetapi mengatakan secara umum kedua pihak mengangkat masalah dan AS berencana untuk menindaklanjuti kekhawatiran Tiongkok.

Para pejabat AS menolak berkomentar kepada wartawan tentang karakter Xie dalam pertemuan itu. Para pejabat mengatakan empat jam diskusi itu berjalan secara langsung, jujur, konstruktif, dan mencakup isu-isu besar mulai dari Hong Kong hingga Iran.

Namun, kedua belah pihak tidak berbicara tentang Tiongkok-AS dalam pertemuan puncak. Para pejabat AS mengatakan terserah Tiongkok untuk mengambil langkah selanjutnya. Adapun ketegangan antara AS dan Tiongkok meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Mantan Presiden AS Donald Trump menggunakan tarif dan sanksi dalam upaya untuk mengatasi kritik lama terhadap Tiongkok, seperti akses pasar yang tidak setara, kurangnya perlindungan kekayaan intelektual, dan memaksa bisnis untuk mentransfer teknologi agar beroperasi di negara tersebut.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait