#ekonomilampung#beritalampung

Pertanian dan Perikanan Andalan PDB Lampung Terbesar

Pertanian dan Perikanan Andalan PDB Lampung Terbesar
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi Indonesia 2021 mampu menjaga tren positif secara berturut-turut. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat pada triwulan II senilai 7,7 persen year on year (YoY) dan triwulan III 3,51 persen YoY. "Lampung juga tumbuh positif, triwulan III tumbuh 3,5 persen YoY," kata Teten saat membuka Economic Outlook 2022 Lampung Post di Hotel Horison, Kamis, 25 November 2021.

Menurutnya, Lampung salah satu dengan didominasi hasil pertanian. Hal itu dilihat dari sektor pertanian dan perikanan yang menjadi penghasilan terbesar produk domestik regional bruto hingga 30,55 persen. 

"Komoditas ekspor pertanian terbesar yaitu lemak dan minyak hewani maupun minyak nabati, kopi serta teh. Koperasi di Lampung yang memiliki grade A dan B cukup banyak dengan jumlah 492 koperasi atau sekitar 24 persen koperasi aktif di Lampung," kata dia. 

Bersamaan dengan kemajuan tersebut, saat ini pihaknya sedang berjalan dalam pengembangan koperasi pisang yang ekspor melalui pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan Great Giant Pineapple. Dimana proses kemitraan itu diharapkan bisa menjadi model bagi koperasi dan UMKM .

"Koperasi dan UMKM pada 2022 direncanakan dapat menghasilkan UMKM jangka menengah dan panjang melalui transformasi UMKM agar lebih inklusif dan berkelanjutan," jelas dia. 

Ia menegaskan akan terus mengawal hal besar yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 20211 tentang Kemudahan dan Perlindungan Koperasi UMKM sebagai tindak lanjut UU No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. 

"Pada 2022 kami menargetkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) sebesar 53,3 persen, kontribusi UMKM terhadap PDB 63 persen, dan rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,75 persen," jelas dia. 

Selain itu kontribusi UMKM sebesar 15,8 persen dan usaha mikro yang bertransformasi dari informal menuju formal sebanyak 4 persen. 

"Disusul percepatan transformasi terus kami lakukan. Dengan saat ini ada 16,4 juta UMKM dan ditargetkan pada 2024 menjadi 37 juta UMKM," katanya.

Ia berharap kegiatan Lampung Outlook 2022 Lampung Post diharapkan dapat menciptakan UMKM baru dan bisa tumbuh serta berkembang.

Ada tiga sesi yang digelar dalam Lampung Economic Outlook 2022, yakni;

"Meracik Strategi Pertumbuhan Ekonomi di Bumi Ruwa Jurai”

Pukul 08.30 - 10.00 WIB

Narasumber:

1. Budiharto Setyawan (Kepala KPw BI Provinsi Lampung) 

2. Mulyadi Irsan (Kepala Bappeda Provinsi Lampung)

3. Tjide Widiyarti (Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb Provinsi Lampung)

4. Presley Hutabarat (Direktur Utama Bank Lampung)

Host: Delima Natalia Napitupulu

 

“Kolaborasi Mendongkrak UMKM dan Pariwisata Lampung”

Pukul 10.30 - 12.00 WIB

Narasumber:

1. Edarwan (Kepala Disparekraf Provinsi Lampung)

2. Ary Meizari Alfian (Ketua DPP Apindo Provinsi Lampung) 

3. M. Kurnia Adiputra (Branch Manager Gojek Lampung)

4. Danarto Kuntjoro (General Manager Hotel Horison Lampung)

Host: D. Widodo

 

“Lampung Ramah Investasi”

Pukul 13.30 - 15.00 WIB

Narasumber:

1. Bambang Hermanto (Kepala OJK Provinsi Lampung)

2. Wahdi Sirajuddin (Wali Kota Metro) 

3. Hj. Eva Dwiana (Wali Kota Bandar Lampung)

4. Yudhi Alfadri (Kepala DPMPTSP Provinsi Lampung)

5. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A. (Korwil Indonesia Barat PP ISEI)

Host: Sri Agustina

Acara ini bisa disaksikan secara langsung melalui akun YouTube Metro TV Lampung

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait