#GunungMerapi

Pertama dalam Sejarah Merapi Punya Dua Kubah Lava

Pertama dalam Sejarah Merapi Punya Dua Kubah Lava
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah)


Yogyakarta (Lampost.co) -- Gunung Merapi disebut memiliki dua kubah lava di puncak. Kondisi ini menjadi yang pertama sepanjang sejarah aktivitas keaktifan gunung tersebut.

"Baru kali ini dalam sejarah Gunung Merapi memiliki (dua) kubah lava," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida saat dihubungi, Sabtu, 6 Februari 2021.

Hanik menjelaskan kubah lava pertama yang sudah ada sejak bulan lalu yakni di atas material 1997. Sementara satu kubah lava baru berada di tengah puncak dengan agak menjorok di arah tenggara.

Menurut Hanik titik pertumbuhan kubah lava (hipocenter) terjadi pelebaran pertumbuhan. Magma yang keluar dari perut Gunung Merapi muncul menjadi dua titik.

"Pelebaran hipocenter ini terjadi sejak Gunung Merapi berstatus siaga, bulan November-Desember (2021) lalu. Ujung kiri menembus kubah 1997 dan ujung kanan di tengah," jelasnya.

Hanik mengatakan pertumbuhan kubah lava ini masih kecil dibanding periode erupsi sebelumnya, termasuk kubah lava anyar. Pada 25 Januari lalu volume kubah lava sebesar 158 rbu meter kubik. Kemudian volume itu turun menjadi 62 ribu meter kubik pada 28 Januari.

Penurunan volume kubah lava terjadi akibat tingginya intensitas guguran awanpanas dan lava pijar pada 27 Januari.

"Volume kubah lava pada 4 Februari ada 114 ribu meter kubik. Laju pertumbuhan kubah lava 13 ribu meter kubik per hari. Kami belum bisa menghitung volume kubah lava pada 5 Februari karena pada saat pengambilan foto di area puncak terhalang oleh kabut," ungkap Hanik.

Ia mengungkapkan dua titik kemunculan kubah lava ini sebetulnya masih satu jalur. Volume kubah lava baru di bagian tengah masih kecil dan cenderung lambat pertumbuhannya.

"Saat terjadi awan panas jangkauannya tidak sampai permukiman. Masih di area yang kami rekomendasikan," ujarnya.

Ia belum bisa memastikan apakah terpecahnya pertumbuhan kubah lava ini menyebabkan ancaman erupsi berkurang. Pihaknya akan lebih dulu menghitung Kembali pertumbuhan dan volume kubah lava di semua titik.

Gunung Merapi saat ini masih berstatus siaga. Jarak aman beraktivitas manusia masih di luar radus lima kilometer dari puncak.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait