pandemi

Permintaan Operasi Plastik Meningkat Selama Pandemi

Permintaan Operasi Plastik Meningkat Selama Pandemi
Ilustrasi. Google Images


Jakarta (Lampost.co) -- Pembatasan aktivitas di berbagai negara akibat pandemi ternyata memicu peningkatan permintaan operasi plastik pada banyak layanan kesehatan dan kecantikan. Momen isolasi atau lockdown dianggap sebagai waktu yang tepat untuk melakukan peningkatan kualitas fisik tanpa terganggu banyak aktivitas.

Ahli bedah plastik asal California, Amerika Serikat (AS), Jacob Sedgh, mengatakan bahwa permintaan pelaksanaan ragam operasi plastik meningkat tajam selama pandemi. Tak hanya ia, peningkatan juga diakui banyak dokter ahli bedah plastik di AS.

"Orang tak menggunakan uangnya untuk bepergian atau membeli pakaian seperti sebelum pandemi, jadi mereka mengalihkannya untuk memperbaiki bagian tubuh yang dianggap kurang menarik," ujar Sedgh, seperti dilansir theguardian.com, Sabtu, 9 Januari 2021.

Sedgh mengatakan permintaan operasi plastik bahkan bukan hanya pada orang yang sudah pernah atau familiar dengan dunia kecantikan. Banyak orang yang datang sebelumnya sama sekali tak pernah mencoba operasi plastik dalam bentuk apapun.

Beberapa jenis operasi plastik yang mengalami peningkatan selama pandemi ialah pengencangan payudara, rhinoplasty atau perbaikan bentuk hidung, hingga operasi bokong. Selain operasi besar, beberapa perawatan kecantikan juga meningkat tajam permintaannya, seperti botox, facelifts, dan filler.

Sama seperti Sedgh, seorang ahli bedah plastik asal New York, Steve Pearlman juga merasakan peningkatan tajam pada jumlah operasi plastik dalam setahun terakhir. Beberapa jenis operasi yang digemari warga New York ialah perbaikan bentuk hidung, pengencangan kulit wajah, dan operasi bentuk bibir.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait