#poldalampung#beritalampung

Permalukan Tetangga di Medsos, Ibu-ibu di Natar Dipolisikan

Permalukan Tetangga di Medsos, Ibu-ibu di Natar Dipolisikan
Penasehat hukum pelapor, Muhammad Nasrullah, kakak pelapor Antoni, dan pelapor, saat diwawancarai di Mapolda Lampung, Selasa, 8 November 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung, (Lampost.co) – Seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Rulung Raya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Yudia Wati, melaporkan tetangganya ke Polda Lampung, Selasa, 8  November 2022. Dia merasa dipermalukan atas video terlapor yang memposting video di akun media sosial Facebook, Ernida Sari. Unggahan itu dianggap mencemarkan nama baiknya.

Laporan polisi dibuktikan dalam Nomor: LP/B/1233/XI/2022/SPKT/POLDA LAMPUNG tanggal 7 November 2022, ditandatangani KA Siaga II SPKT Polda Lampung, Kompol Arsis.

Pihaknya melaporkan pelaku tentang Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 Ayat (3). Terlapor terancam mendapatkan hukuman enam tahun penjara.

"Terkait penyiaran video di Facebook terlapor Ernida Sari. Ia jelas menyerang kehormatan, pencemaran nama baik, dan menimbulkan kerugian bagi klien kami," ujar Penasehat Hukum Pelapor, Muhammad Nasrullah, saat dimintai keterangan, Selasa, 8 November 2022.

Sebelum melaporkan ke polisi, pelapor terlebih dulu melayangkan somasi. Namun, peringatan itu tidak diindahkan.

"Video itu otomatis menimbulkan kesan negatif yang mengakibatkan pelapor merasa malu karena ada kalimat yang tidak pantas," ujarnya.

Dalam laporan itu, pihaknya melampirkan barang bukti berupa tangkapan layar dan potongan video serta dua saksi.

Kakak pelapor, Antoni (43), mengatakan terlapor juga diduga melakukan pemerasan saat proses perdamaian. Pelapor sempat diminta menyerahkan satu unit ponsel hingga satu unit motor.

"Ini sebenarnya keributan ibu-ibu antara adik saya dengan tetangganya. Sempat ada damai, tapi ada bahasa mengintimidasi dan memeras adik saya," katanya.

Kasubdit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung, Kompol Devi Sujana, mengaku menerima laporan tersebut. Penyidik masih mendalami dugaan pelanggaran dalam laporan tersebut.

"Laporan langsung digelar anggota," kata mantan Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung itu.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait