#Korupsi

Perkiraan Nilai Aset Sitaan Alay Rp190 Miliar Bersifat Sepihak

Perkiraan Nilai Aset Sitaan Alay Rp190 Miliar Bersifat Sepihak
Kasi Penerangan Hukum Kejati Lampung Andrie W Setiawan. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) --Terpidana korupsi APBD Lampung Timur (Lamtim), eks Komisaris Utama PT Bank Tripanca, Sugiarto Wiharjo alias Alay masih memiliki tunggakan penggantian kerugian negara sebesar Rp 95,8 miliar dari total seluruhnya Rp106,8 miliar.

"Perkembangan terakhir, penyelesaian upaya pemulihan kerugian negara masih tersisa sekitar Rp 95,861.614.800," ujar Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan, Minggu, 4 Juli 2021.

Andre menilai,  pihak Alay beritikad cukup baik untuk pemulihan keuangan negara. Pasalnya, terpidana juga sudah menyerahkan aset pergudangan di Kota Bandar Lampung ke Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung RI pada September 2020 lalu berdasarkan putusan MA no 510 K/PID.Sus/2014.

"Tahun lalu, pihak Alay menyerahkan aset pergudangan beserta lampiran appraisal dari Bank yang ditaksir sekitar Rp190 miliar," kata Andre.

Baca: Aset Alay Terjual Rp415 juta

 

Meskipun, lanjut Andre, nilai sebesar Rp190 miliar tersebut masih bersifat sepihak. Saat ini Korps Adhyaksa masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari Kejagung untuk mengetahui apakah aset tersebut bisa langsung dilelang atau ada mekanisme lainnya. Termasuk perkiraan harga dari pergudangan ketika dilelang.

"Bulan kemarin PPA (Kejagung) telah menyurati Kejari Bandar Lampung selaku eksekutor untuk mengamankan aset dan sudah ada upaya pemblokiran ke BPN Kota Bandar Lampung," paparnya.

Alay divonis 18 tahun penjara dan denda Rp500  juta subsider enam bulan penjara. Ia juga dijatuhi pidana tambahan sebesar Rp106,8 miliar. Alay sempat buron beberapa tahun lalu berhasil ditangkap tim gabungan Kejaksaan dan KPK di sebuah restoran yang terletak di Tanjung Benoa, Bali pada 6 Februari, 2019 lalu. Saat ini, Alay Berada di LP Kelas IA Bandar Lampung. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait