#startup#umkm

Perkembangan Start-up Lokal Lampung Kerap Terkendala Modal

Perkembangan <i>Start-up</i> Lokal Lampung Kerap Terkendala Modal
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelaku usaha dituntut untuk bergerak kreatif dengan memanfaatkan pekembangan teknologi dan informasi. Salah satunya melalui bisnis usaha rintisan alias start-up yang terus mengalami perkembangan. Namun, di tingkat lokal Lampung, pelaku strat-up kerap mengeluh terkendala permodalan.

Istilah start-up bisa diartikan sebagai sebuah usaha yang baru berjalan dengan menerapkan inovasi teknologi sebagai pemecah masalah di masyarakat. Bisnis itu juga memiliki sifat disruptif di dalam sebuah pasar/industri yang sudah ada atau bahkan menciptakan sebuah industri baru. Start-up yang sudah banyak dikenal adalah Gojek, Tokpedia, OVO, Bukalapak, Traveloka, dan Shopee.

Baca: Datangin Ajak Media Lokal di Lampung Bersinergi

 

Inisiator Forum Startup Lampung, Agung Fitriansyah menelaskan, start-up terdiri  dari kategori unicorn apabila memiliki nilai valuasi mencapai USD1 miliar atau sekitar Rp14 triliun. Sementara decacorn adalah start-up yang memiliki valuasi nilai USD10 miliar atau setara dengan Rp140 triliun. Sedangkan hectocorn adalah startup yang memiliki valuasi nilai USD100 miliar atau setara Rp1.400 triliun.

"Penetrasi start-up nasional semakin gencar masuk Lampung. Sementara start-up lokal masih sangat sulit berkembang dan belum bisa bicara banyak karena terkendala permodalan tahap awal," kata dia, Kamis, 10 Februari 2022.

Ia juga mengatakan, bisnis start-up di Lampung yang saat ini diperkirakan masih berjalan di antaranya Lahansikam (Bidang Fintech), Startgps (Bidang Logistik), Edukasi4.0 (Bidang Pendidikan), Bejana.id (Bidang Konsumsi), Vokasi (Bidang Pendidikan), Gogocourse (Bidang Pendidikan), Usahamu (Bidang E-Commerce), Ojesa (Bidang Ojek Online), Datangin (Bidang Jasa Antar Barang), dan Bospremi (Bidang Asuransi).

"Start-up lokal di Lampung belum ada tambahan, malah berkurang," katanya.

Sebelumnya Founder Datangin, Anto Kurniawan menceritakan pihaknya merintis start-up mulai pertengahan 2021 yang bergerak di jasa antar barang (kurir) di lingkup Kota Bandar Lampung dan sekitarnya. Untuk berkembang pihakmya ingin bersinergi dengan semua pihak (Pentahelix) yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi itu bergabung jadi satu. 

"Pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait