ihsgrupiahpilkada

Perkembangan Covid-19 Usai Pilkada Bayangi Gerak IHSG

Perkembangan Covid-19 Usai Pilkada Bayangi Gerak IHSG
Ilustrasi.Dok


JAKARTA (Lampost.co) -- Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diramal masih melanjutkan tren menguat (bullish) dari perdagangan kemarin. Pergerakan masih didorong optimisme tibanya 1,2 juta vaksin covid di Indonesia.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper memprediksi IHSG diperdagangkan di level support 5.821-5.875 dan resisten 5.962-5.995. 

"IHSG diprediksi menguat terbatas. Secara teknikal pergerakan masih berada dalam bullish," kata Dennies, dalam riset hariannya, Selasa, 8 Desember 2020.
 
Dennies menuturkan penguatan cenderung terbatas disebabkan potensi peningkatan covid-19 usai Pilkada serentak. "Perlu diwaspadai adanya potensi peningkatan kasus covid-19 usai pemilu serentak di beberapa daerah di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu menilik indeks global, Dennies menuturkan bursa Amerika Serikat ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,19 persen, Nasdaq ditutup menguat 0,45 persen, dan S&P 500 terkontraksi 1,67 persen. 

Pergerakan tersebut disebabkan mundurnya pengambilan keputusan dalam stimulus bantuan covid-19 dari minggu lalu sebesar 908 miliar dolar AS.
 
"Selain itu, jumlah penyebaran covid-19 terus meningkat pesat hingga mencapai 14,8 juta kasus yang mengakibatkan penerapan pembatasan sosial lebih ketat di beberapa negara bagian seperti New York yang mengumumkan bisa saja melarang makan di restoran," ujarnya.
 
Sedangkan untuk bursa Asia dibuka melemah setelah negosiasi dengan Inggris dan Uni Eropa tentang Brexit masih belum menemukan titik tengah untuk beberapa hal seperti industri perikanan, aturan kompetisi, dan governance.
 
Kendati demikian, dalam pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG memulainya dengan terkoreksi tipis dengan bergerak dalam rentang 5.927 - 5.961. Mata uang rupiah juga terpantau terkoreksi terhadap mata uang dolar AS.
 
IHSG minus 2,04 poin atau 0,03 persen ke level 5.928. Volume perdagangan sebesar 127 juta transaksi.
 
Sementara pada kurs mata uang rupiah dilansir Bloomberg melemah 12,5 poin menjadi Rp14.117 per dolar AS. Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah stagnan ke level Rp14.130 per dolar AS.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait