#jalanrusak#lampungbarat

Perjuangan Warga Batuketulis Lambar Menembus Jalan Berbatu dan Tanah

Perjuangan Warga Batuketulis Lambar Menembus Jalan Berbatu dan Tanah
Warga Pemangku Lima Pikah, Pekon Atarkuwaw, Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat (Lambar) harus menyebrangi sungai untuk keluar masuk desa karena jembatan rusak. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Masyarakat di Pemangku Lima Pikah, Pekon Atarkuwaw, Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat (Lambar) harus berjuang keras dan penuh kesabaran untuk menembus jalan yang sebagian kondisinya jauh dari kata mulus.

Di pekon itu, sekitar 350 meter jalan kondisi rabat yang sebagiannya hasil swadaya. Di pertengahan jalan juga terdapat beberapa titik badan jalan yang mulai menggantung karena tergerus sungai.

Setelah menelusuri jalan beton, kondisi jalan makin menciut karena badan jalan berubah bentuk yaitu jalan tanah bebatuan. Kemudian terdapat jalan yang hanya dibuat dari tumpahan semen secukupnya  untuk perlintasan motor sepanjang sekitar 300 meter.

Selanjutnya, warga juga terpaksa harus menyeberangi sungai untuk bepergian keluar dari desa, karena jembatan yang rusak dihantam banjir. Padahal, akses tersebut menjadi satu-satunya akses masyarakat.

Untuk itu, setelah pendataan kerusakan jembatan, masyarakat berharap pembuatan jembatan lebih kuat dan aman dapat segera terlaksana.

"Meskipun belum terdengar adanya keluhan dari warga, tetapi besar harapan masyarakat agar jembatan ini segera dapat dibangun kembali," kata Peratin Atarkuwaw, Tri Ariyogi.

Ia mengaku, jika penanganan melalui dana desa tidak akan mampu karena keterbatasan anggaran. “Untuk itu, program pembangunan fisik harus berbagi dengan pemangku lainnya,” kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait