mtqlampung

Perjuangan Nur Fitriani Meraih Juara I Hafidz MTQ Nasional 2020

Perjuangan Nur Fitriani Meraih Juara I Hafidz MTQ Nasional 2020
Foto: Nur Fitriani asal Lampung Timur yang berhasil mendapatkan Juara I Hafidz 10 Juz Putri di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional Ke-XXVIII Tahun 2020 di Padang Sumatera Barat. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional Ke-XXVIII Tahun 2020 di Padang Sumatera Barat 14-20 November 2020 telah selesai digelar. Kafila putra-putri asal Provinsi Lampung menorehkan prestasi dalam ajang tahunan tersebut.

Salah satunya Nur Fitriani (16 tahun) asal Lampung Timur yang berhasil mendapatkan Juara I Hafidz 10 Juz Putri dalam acara tersebut. Ia menceritakan perjuangannya meraih prestasi tersebut merupakan hasil usaha, doa dan tawakal yang dilakukannya dibawah arahan para pelatihnya. Ia sangat bahagia medapatkan hasil tersebut

"Alhamdulillah ketika STQ Nasional kemarin gagal, tapi saya terua belajar alhamdulillah MTQ Nasional ini juara. Semua perjuangan sudah dilakukan. Tapi kedepan harus terus semangat dan bertekat kuat untuk giat belajar," katanya usai ramah tamah bertemu Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Mahan Agung, Bandar Lampung, Minggu, 22 November 2020.

Kemudian Nur Fitriani menceritakan sejak usia 4 tahun ia mulai menghafal Al Quran kemudian diusia 12 tahun ia mondok di Pondok Pesantren Darul Quran Pasir Sakti Lampung Timur sampai saat ini. Ia mengungkapkan tidak ada ramuan khusus atau obat atau jamu khusus yang dikonsumsi dirinya, yang terpenting ialah perbanyak usaha, ikhtiar, doa dan tawakal. Keluarga Nur Fitriani kebanyakan hafidz quran juga.

"Ketika nama saya disebut juara, seneng banget rasanya. Alhamdulillah. Ketika persiapan kuncinya perbanyak murojaah atau mengulang hafalan agar tidak hilang dan terus terpatri dalam hafalan dihati. Hadiah ini saya berikan untuk pondok pesantren. Kalau ada kesempatan lagi saya ikut kompetisi lagi jangan bangga sampai disini saja," kata buah hari dari pasangan Bapak Nursalin dan Ibu Suprian yang sehari hari pekerjaannya sebagai pedagang ini.

 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait