Featurepetani

Perjuangan Mbah Naif Menyambung Hidup Dari Ngasak

( kata)
Perjuangan Mbah Naif Menyambung Hidup Dari <i>Ngasak</i>
Naif (69) warga Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas. Ia terpaksa menjalani profesi ngasak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai penyambung hidup. Armansyah

Kalianda (Lampost.co) -- Kedua tangan pria tua itu nampak ligat mengarit tiap rumpun tanaman padi yang masih berdiri di areal lahan persawahan Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Jumat, 29 Mei 2020.

Di bawah terik matahari yang begitu menyengat, pria itu memilah memilah tanaman padi yang baru saja dipanen oleh petani. Satu persatu rumpun padi yang sudah diarit langsung ia masukkan kedalam tas yang dibawanya.

Pria yang berprofesi sebagai ngasak itu namanya adalah Naif (69), warga Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas. Ia terpaksa menjalani profesi ngasak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai penyambung hidup.

Naif mengaku tidak begitu banyak yang didapatkannya dari hasil ngasak tersebut. Dalam sehari, ia hanya mampu mengumpulkan gabah dari sisa-sisa panen itu sekitar 20-25 kilogram.

"Ya, namanya juga ngasak, pak. Enggak banyak yang didapat. Setiap rumpun tanaman padi yang masih utuh atau tidak bisa dipanen, saya arit dan kumpulkan. Lumayan pak buat makan sehari-hari," kata Mbah Naif, sapaan akrabnya.

Pria kelahiran 1951 itu mengaku mempunyai anak sebanyak lima orang. Namun, yang masih tanggungannya tinggal satu orang. Sedangkan, ia tidak memiliki pekerjaan yang menetap. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Naif hanya mengandalkan sebagai buruh serabutan.

"Enggak punya apa-apa, pak. Selain ngasak, saya hanya buruh serabutan. Apasaja saya jalani untuk bisa bertahan hidup. Kalau penghasilan tidak menentu," kata Mbah Naif.

Menurut Mbah Naif, hasil dari ngasak itu ia kumpulkan dan dijemur. Kemudian, gabah hasil ngasak itu ia giling dan dijadikan beras. Namun, sebagian gabah ia jual untuk kebutuhan lainnya.

"Saya kumpulkan untuk konsumsi sendiri. Kalau sudah banyak baru saya giling dan sebagian saya jual. Lumayan pak dari pada enggak ada kerjaan," kata dia. 

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar