chelsealampard

Perjalanan Lampard Menukangi The Blues hingga Dipecat

Perjalanan Lampard Menukangi The Blues hingga Dipecat
Frank Lampard (Foto: AFP/Clive Rose)


Jakarta (Lampost.co) -- Frank Lampard resmi dipecat Chelsea pada Senin 25 Januari. Langkah pemecatan pelatih asal Inggris itu akhirnya harus diambil lantaran rapor buruk The Blues pada musim 2020--2021.

"Ini keputusan sangat sulit bagi klub karena saya punya hubungan pribadi yang sangat baik dengan Frank dan saya pun sangat menghormatinya," ujar pemilik Chelsea Roman Abramovich lewat situs resmi klub.

Lampard sejatinya baru saja membawa Chelsea meraih kemenangan atas Luton Town FC di babak keempat Piala FA, Sabtu 24 Januari. Namun, apa daya. Manajemen Chelsea tampaknya sudah terlanjur kecewa dengan kinerja Lampard pada musim ini, terutama di Liga Primer Inggris.

Di kompetisi tersebut, Chelsea harus terseok-seok di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan mengoleksi 29 poin. Mereka tertinggal 11 poin dari Manchester United yang berada di puncak klasemen.

"Kami berterima kasih kepada Lampard atas kinerjanya sebagai pelatih klub. Namun, hasil dan penampilan baru-baru ini tidak memenuhi harapan klub dengan meninggalkan klub di papan tengah tanpa arah yang jelas untuk perkembangan selanjutnya," demikian pernyataan Chelsea.

Langkah Chelsea memecat Lampard terasa ironi. Mengingat, pelatih asal Inggris tersebut sempat menjadi harapan besar buat The Blues ketika ditunjuk sebagai pelatih anyar klub pada Juli 2019. 

Saat itu, Lampard ditunjuk menjadi pelatih Chelsea untuk menggantikan Maurizio Sarri yang memutuskan hijrah ke Juventus pada akhir musim 2018--2019. Ia diikat kontrak The Blues selama tiga musim.

Kedatangan Lampard dinilai akan membawa kesuksesan besar buat Chelsea. Maklum, Lampard pernah membawa kejayaan untuk The Blues ketika masih menjadi pemain.

Namun, fakta berkata lain. Perjalanan Lampard bersama Chelsea pada musim perdana tidak terlalu mulus. Bahkan, ia sudah harus mengalami kekalahan tragis ketika melakoni debut sebagai pelatih. Tepatnya saat menghadapi Manchester United pada laga perdana Liga Primer Inggris 2019--2020. Pada laga itu, Chelsea kalah dengan skor 0-4.

Pertandingan kedua Lampard bersama Chelsea pun juga harus berakhir dengan kekalahan. Momen itu terjadi saat Chelsea menghadapi Liverpool di Piala Super Eropa. Saat itu, Chelsea kalah lewat drama adu penalti dengan skor 4-5.

Kemenangan perdana baru bisa didapat Lampard ketika menghadapi Norwich City pada pekan ketiga Liga Inggris, 31 Agustus. Chelsea menang dengan skor 3-2 saat itu.

Meski demikian, Lampard harus bersusah payah membawa Chelsea ke papan atas. Ia akhirnya hanya mampu membawa Chelsea finis di posisi keempat klasemen.

Selain itu, Lampard tidak mampu meraih trofi untuk Chelsea pada akhir musim. Mereka pun gugur di tiga kompetisi lainnya seperti Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions.

Namun, pencapaian Lampard pada musim perdana tidak membuat Chelsea pupus harapan. Mereka pun masih mempercayakan Lampard tampil pada musim 2020--2021.

Bahkan, harapan Chelsea untuk Lampard pada musim ini semakin membuncah. Mengingat, mereka juga melakukan belanja besar pada bursa transfer musim panas 2020. Pemain-pemain top didatangkan mereka. Dimulai dari Timo Werner, Kai Havertz, Hakim Ziyech, Thiago Silva, hingga Ben Chillwell.

Sayangnya, kedatangan pemain-pemain tersebut tak juga mampu membantu kinerja Lampard. Makin terasa ironi karena Chelsea justru terseok-seok di posisi kesembilan klasemen Liga Inggris musim ini.

Situasi ini pun tampaknya membuat manajemen Chelsea hilang kesabaran. Mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontrak Lampard.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait