#covid-19#safetykit#umkm#ekbis

Peringati Bulan K3, BPJamsostek Lamteng Bagikan Safety Kit ke Para Pelaku Usaha Mikro

Peringati Bulan K3, BPJamsostek Lamteng Bagikan Safety Kit ke Para Pelaku Usaha Mikro
Pekerja di Lampung Tengah menerima safety kit dari BPJamsostek Lampung Tengah. Istimewa


Gunungsugih (Lampost.co): Menyambut bulan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Nasional (12 Januari - 12 Februari) BPJamsostek Kantor Cabang Lampung Tengah, Kamis, 4 Februari 2021, membagikan 50 set safety kit kepada perusahaan mikro atau kecil seperti warung/toko atau pekerja bukan penerima upah yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Safety kit tersebut berupa perlengkapan protokol kesehatan agar terhindar dari covid-19. Diantaranya masker, hand sinitizer, disinfektan untuk membersihkan lingkungan tempat usaha, dan juga sabun cuci tangan cair untuk konsumen toko/warung yang datang.

Salah satau pemilik Bengkel Las, Riyantono mengungkapkan sangat terbantu dengan adanya pemberian alat penunjang protokol kesehatan ini. Menurutnya dia saat bekerja selalu berhadapan dengan pelanggan secara langsung sehingga sangat penting mengenakan alat perlindungan diri.

Darwati selaku Kepala Kantor BPJamsostek Lampung Tengah menyampaikan dalam memperingati bulan K3, ia memilih sektor usaha mikro dikarenakan para pelaku usaha mikro memiliki potensi besar untuk terdampak covid-19 karena berhadapan langsung dengan banyak orang.

"Kami berharap dengan adanya pemberian safety kit ini dapat membantu mencegah penyebaran covid-19 dengan tetap menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja serta menjalankan protokol kesehatan yang telah ditentukan," ujarnya.

Menurut Darwati, keselamatan dan kesehatan kerja harus dimulai dari pekerjanya dahulu atau sumber daya manusianya yang dikuatkan sesuai tema bulan K3 tahun 2021 ini yaitu Penguatan Sumber Daya Manusia Yang Unggul dan Berbudaya K3 Pada Semua Sektor Usaha. "Termasuk ya sektor usaha menengah hingga mikro ini," kata Darwati.

Dia mengatakan K3 merupakan aspek vital di masa pandemi covid-19 ini agar dunia usaha bisa tetap produktif dengan tetap menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja. Penerapan budaya K3 bisa menjadi sebuah strategi teknis yang mudah dipahami dan diterapkan di semua sektor usaha. Apabila K3 terlaksana dengan baik maka kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, biaya-biaya yang tidak perlu dapat dihindari hingga tercapai suasana kerja yang aman, nyaman, sehat, dan meningkatnya produktivitas kerja. 

Apabila produktivitas kerja dan usaha meningkat maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing global. Untuk itu diperlukan program penguatan budaya K3.

”Semoga dengan pembagian safety kit ini, seluruh pelaku usaha mikro dapat terhindar dari penyebaran virus Covid-19 sehingga tidak mengganggu proses usaha yang dijalani. Semoga dimulai dari usaha mikro dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi pulih dan lebih baik lagi,” pungkas dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait