#beritalampung#beritapesawaran#nelayan#cuaca

Peringatan Dini BMKG: Nelayan Diimbau Waspadai Pasang Air Laut Maksimum

Peringatan Dini BMKG: Nelayan Diimbau Waspadai Pasang Air Laut Maksimum
Ilustrasi gelombang tinggi. Foto: Google Images


Pesawaran (Lampost.co): Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pesawaran mengimbau kepada para nelayan untuk menunda atau tidak melakukan aktivitas menangkap ikan untuk mengantisipasi dampak pasang air laut maksimum.

Hal tersebut menindaklanjuti surat peringatan dini pasang maksimum dari 26-31 Oktober 2022 yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klematologi dan Geofisika (BMKG) Lampung.

Ketua HNSI Kabupaten Pesawaran Evi Susina mengatakan dengan adanya surat peringatan tersebut, pihaknya telah meneruskan kepada seluruh nelayan yang ada di pesisir Pesawaran agar para nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut untuk mewaspadai cuaca buruk di daerah penangkapan.

Baca juga:  Nelayan di Bandar Lampung Tetap Melaut Meski Gelombang Tinggi Menghantui

"Dengan adanya surat peringatan tersebut tentunya harus dipahami oleh seluruh nelayan, yang mana kondisi cuaca buruk di daerah penangkapan ikan. Maka dari itu harus tetap diwaspadai nelayan yang menggunakan alat tangkap kapal berbagai kapasitas," ujarnya, Senin, 24 Oktober 2022.

Evi mengatakan pasang maksimum tersebut disebabkan adanya fase bulan baru yang biasanya mengakibatkan peningkatan ketinggian pasang air laut yang lebih signifikan. "Maka dari itu para nelayan diminta untuk lebih waspada lagi," ujar dia. 

Dia mengatakan bagi nelayan yang tetap memaksakan melaut, untuk tetap memperhatikan keselamatan dengan memastikan kapal penangkapan layak berlayar dan memiliki perlengkapan keselamatan yang mumpuni. 

"Semua kapal hendaknya melengkapi jaket pelampung, pelampung penolong, dan alat isyarat visual seperti isyarat asap apung, yang digunakan pada siang hari dan pada malam hari dapat menggunakan obor tangan atau obor parasut. Saya juga minta agar nelayan membawa suku cadang untuk mengganti peralatan kapal yang rawan rusak serta membawa ketersediaan bahan bakar tambahan," kata dia.

Menurutnya, saat melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut saat kondisi cuaca ekstrem, para nelayan diminta untuk saling berdekatan guna mempermudah mendapat bantuan jika terjadi kendala ataupun hal-hal yang tidak diinginkan.

"Dalam kondisi di tengah laut yang ekstrem, seluruh nelayan harus bisa menjaga dan membantu satu sama lainnya, sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan bisa saling membantu dan segera melapor ke pos terdekat," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait