#pembelajarantatapmuka#pendidikan#ptm

Perguruan Tinggi Siapkan Sistem Hybrid untuk Perkuliahan

Perguruan Tinggi Siapkan Sistem Hybrid untuk Perkuliahan
Perkuliahan tatap muka. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perguruan tinggi direncakan akan mulai menggelar perkuliahan tatap muka pada Oktober mendatang. Untuk itu perguruan tinggi di Lampung memilih sistem hybrid untuk melaksanakan perkuliahan di masa pandemi.

Rektor UIN Raden Intan, Prof Mohammad Mukri, menyampaikan sistem hybrid tidak mengharuskan semua mahasiswa datang ke kampus. Hal tersebut untuk mendukung pembatasan kapasitas kelas yang hanya diperbolehkan maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan.

Perkuliahan di UIN Raden Intan akan mendahulukan mahasiswa semester 1 dan 3 untuk mengikuti perkuliahan offline. Hal tersebut juga dengan syarat mahasiswa yang datang telah disuntik vaksin.

Selain itu perkuliahan juga diperbolehkan bagi mata kuliah praktikum yang tidak memungkinkan dilakukan secara daring. Hal tersebut untuk mencegah adanya penularan Covid-19 di lingkungan kampus.

"Semua sudah dipersiapkan, protokol kesehatan juga sudah ada, tinggal menunggu izin dari pemerintah. Insyaallah Oktober kami siap," ujarnya, Selasa, 21 September 2021.

Sistem hybrid juga akan digunakan Universitas Lampung untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka. 

Wakil Rektor I Unila Prof Heryandi mengatakan pihaknya akan menggunakan perangkat kamera. Dengan alat itu, proses pembelajaran akan bisa diikuti mahasiswa dari rumah. "Misalkan hari ini ada 200 mahasiswa yang masuk di kelas, yang di rumah nanti tetap bisa mengikuti secara online," terangnya.

Ia menegaskan, pada prinsipnya Unila siap jika pemerintah mengizinkan untuk pembelajaran tatap muka. Namun, kegiatan di kampus tetap dilakukan secara terbatas agar tidak ada penularan virus.

"Fakultas-fakultas juga kami minta untuk mempersiapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

Pola hybrid juga dipilih IIB Darmajaya untuk perkuliahan secara langsung. Rektor kampus biru Firmansyah menuturkan kelas hanya akan diisi maksimal 50 persen bergantian setiap minggu.

Selain itu, pihak kampus juga meminta agar mahasiswa membawa surat izin dari orang tua. Jika orang tua tidak mengizinkan, maka mahasiswa harus mengumpulkan surat keterangan kepada kampus. "Walaupun hanya 50 persen, tapi mahasiswa yang separuh lagi tetap bisa mengikuti perkuliahan secara online," jelasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait