pendidikanteknokrat

Perguruan Tinggi Siap Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

( kata)
Perguruan Tinggi Siap Belajar di Tengah Pandemi Covid-19
Lampost.co/Umar Robbani

 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Selama pandemi Covid-19 Mendikbud melarang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Namun, kebijakan itu tak menjadi kendala bagi perguruan tinggi dalam melaksanakan pembelajaran.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr Nasrullah Yusuf dalam Talkshow HUT ke 46 Lampung Post, Kamis, 13 Agustus 2020. Menurutnya, kemudahan itu karena berbeda dengan pelajar, mahasiswa sudah bisa mengatur dirinya sendiri.

Kemudian ia menjelaskan, kelebihan mahasiswa itu juga didukung dengan kesiapan perguruan tinggi. Seperti yang dilakukannya di kampusnya yakni mematangkan program e-learning.

"Sejak 2014 kita sudah kita canangkan e-learning untuk pembelajaran mahasiswa, jadi sekarang kami sudah terbiasa, 2017 sudah mulai kita terapkan," ungkapnya.

Dalam program itu, setiap dosen wajib menyediakan video pembelajaran. Video itu bisa digunakan untuk menyampaikan materi jika dosen tidak bisa hadir. Dalam kondisi saat ini yang kita lakukan adalah meningkatkan lagi kapasitas tim produksi.

"Yang sedikit terkendala adalah kegiatan praktikum, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat kita bisa laksanakan," kata dia.

Hal serupa pun dikatakan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Raden Intan Dr Alamsyah. Pihaknya juga telah kebijakan menyesuaikan kondisi pandemik yang terjadi.

Ia mengatakan kebijakan-kebijakan pandemi dikeluarkan agar kegiatan belajar mahasiswa tidak terhenti. Karena jika pembelajaran terhenti maka akan banyak pihak yang lebih dirugikan.

"Saat ini kita sedang melaksanakan KKN dari rumah, KKN ini hanya dilakukan di lingkungan tempat tinggal mahasiswa, kemudian mahasiswa juga melakukan edukasi melalui media sosial," kata dia.

Kemudian, pihaknya juga telah memberikan keringanan dalam pembayaran UKT. Hal itu karena pandemik juga turut memberikan dampak ekonomi di masyarakat.

"Tatap muka hanya dilakukan untuk kegiatan yang tidak memungkinkan untuk daring, seperti ujian skripsi," tuturnya.(CR1)

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar