koronacoronavirusnewnormal

Pergub New Normal Tunggu Persetujuan Kemendagri

( kata)
Pergub New Normal Tunggu Persetujuan Kemendagri
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto. Lampost/Triyadi Isworo 

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung dalam waktu dekat akan mengeluarkan Peraturan Gubernur Lampung tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 di Lampung. Hal tersebut guna pengendalian Covid-19 di era new normal atau kenormalan baru di semua bidang. Sehingga diharapkan bisa mengantisipasi terjadinya second wave atau gelombang kedua penyebaran Covid-19.

Sekretararis Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, pihaknya telah merampungkan konsep pergub terkait new normal atau kebiasaan tatanan hidup baru di Bumi Ruwai Jurai. Saat ini pihaknya tengah menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri RI dan selanjutnya segera diberlakukan.

"Sudah kita ajukan kepada Kemendagri di Jakarta untuk dilakukan persetujuan. Ini sudah jalan mudah-mudahan beberapa hari ini ada persetujuan dari Kementerian dan langsung diundangkan oleh Pak Gubernur," kata Fahrizal di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 20 Juli 2020.

Fahrizal juga pernah menyampaikan bahwa evaluasi dari Kementerian hal yang penting agar tidak berbenturan dengan peraturan yang lebih tinggi, tidak melampaui kewenangan dan lainnya. Untuk sanksinya bagi pelanggar aturan ada sanksi administrasi dan ada sanksi sosial. Untuk sanksi administrasi misalnya ada suatu pusat perbelanjaan dan objek wisata yang tidak mengindahkan peraturan maka diberikan teguran, bila masih melanggar maka akan ditutup sementara usahanya dan bila masih melanggar maka dicabut izin usahanya.

"Tapi biasanya kalau perusahaan sudah kita tegur, langsung ikut aturan," katanya.

Sementara untuk sanksi personal atau perorangan yang melanggar aturan maka diberikan sanksi juga. Bila ada orang yang kumpul-kumpul tidak mengedepankan protokol kesehatan maka dibubarkan oleh petugas keamanan. Kemudian bisa juga diberikan sanksi sosial seperti push up atau membersihkan tempat umum.

"Misalnya tempat olahraga di Wayhalim, bila tidak mengikuti protokol kesehatan maka disuruh menyapu jalan terlebih dahulu. Atau ada tempat lain disuruh push-up biar sehat," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar