#harikartini#pandemi

Perempuan Melawan Pandemi Covid-19

Perempuan Melawan Pandemi Covid-19
dr Sukarti, SpP. Dok


Bandar Lampung (lampost.co) -- Perempuan kerap diasosiasikan dengan makhluk yang lemah. Namun, hal itu tak nampak sama sekali pada salah satu sosok Kartini ini, yaitu dr Sukarti, SpP.

Ia bertugas di beberapa rumah sakit sebagai pemeriksa pasien Covid-19. Setiap hari ia harus memastikan kondisi kesehatan puluhan pasien positif di RSUD Abdul Moeloek, Hermina, dan Bumi Waras.

Sebagai manusia biasa tentu rasa khawatir selalu membayanginya. Terlebih virus korona memiliki daya tular yang tak biasa. Di Lampung saja sudah ada 15.186 kasus dalam kurun waktu setahun dengan angka kematian 5,4 persen.

Ia harus benar-benar memperhatikan alat pelindung diri yang digunakan saat menjumpai pasien di ruang isolasi. Sebab bisa saja ia terinfeksi tanpa disadari dan membahayakan orang lain.

"Di ruang isolasi saya hanya melakukan anamnesa saja untuk mengetahui kondisi pasien, karena pakai pakaian tertutup," tuturnya, Rabu, 21 April 2021.

Bertugas sebagai petugas medis ia harus siap 24 jam menerima panggilan. Tak jarang panggilan bantuan datang saat ia menjelang tidur. Hal itu membuatnya harus pintar membagi waktu antara keluarga dan pengabdiannya sebagai tenaga kesehatan.

Ia bertugas sejak pagi hingga menjelang malam berpindah-pindah ke beberapa rumah sakit. Walau sudah di rumah ia tetap siaga menerima panggilan.

"Sekarang ini biasanya saya tidur habis tarawih, karena biasanya sekitar jam 23.00 sampai 1 malam itu ada panggilan darurat," ujarnya.

Hal itu tak menjadi alasan dirinya untuk mengeluh. Seluruh kesibukan itu dianggap sebagai pengabdian bagi masyarakat dalam dunia kesehatan. Terlebih, situasi pandemi saat ini belum berakhir.

Harapannya masyarakat benar-benar sadar atas situasi yang sedang terjadi. Pandemi yang terjadi bukanlah sebuah konspirasi tapi kenyataan. Perjuangannya dalam membantu pasien hingga sembuh membuktikan Covid-19 benar-benar ada.

"Kuncinya adalah 5M, mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas," jelasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait