#peranperempuan#perempuan

Perempuan Didorong Turut Berkontribusi dalam Birokrasi 

( kata)
Perempuan Didorong Turut Berkontribusi dalam Birokrasi 
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalia saat menjadi narasumber dalam sarasehan perempuan birokrasi (Femokrat) di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 27 Desember 2019. Dok.Humas Pemprov Lampung 

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kaum perempuan didorong untuk terus berperan dan berkontribusi aktif dalam birokrasi pemerintahan dengan meningkatkan kualitas dan kepercayaan diri. Hal itu perlu dukungan aturan dan fasilitas yang disediakan pemerintah.   

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim menilai kedudukan perempuan saat ini masih termajinalkan dalam birokrasi maupun lembaga-lembaga swasta. Hal itu diungkapkan Wagub Chusnunia saat memberikan sambutannya sekaligus menjadi narasumber dalam sarasehan perempuan birokrasi (Femokrat) yang bertemakan Penguatan peran dan kontribusi perempuan birokrat di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 27 Desember 2019.

Dalam acara yang juga menghadirkan anggota DPD Dapil Lampung Jihan Nurlela, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Diah Srikanti ini, Nunik mendorong perempuan meningkatkan kualitas dan kepercayaan diri kalau mampu bekerja dan berprestasi jika diberikan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Tidak hanya itu, dari sisi eksternalnya Nunik berharap pemerintah menyediakan aturan dan fasilitas yang lebih ramah terhadap perempuan.

“Saya mengusulkan ke Bappeda agar ada tempat pengasuhan atau penitipan anak gratis sehingga perempuan yang bekerja di Lampung terutama yang di pemda ini bisa terkurangi bebannya. Saya juga ingin membuat grup atau jejaring untuk memberikan perubahan untuk perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, Senator Lampung Jihan Nurlela mengatakan akan membawa aspirasi kaum perempuan untuk menambah peluang di dunia birokrasi. "Tidak hanya berpeluang 30% saja,” ujarnya. 

Kajati Lampung Diah Srikanti berbagi persoalan tentang beban-beban yang dirasakan kaum perempuan dalam bekerja. Salah satunya memikirkan soal pekerjaan dan persoalan keluarga.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar