#UNJUKRASA#BELAPALESTINA#BANDARLAMPUNG

Perempuan Bercadar Hitam itu Siap Jihad Demi Bela Kemanusiaan

Perempuan Bercadar Hitam itu Siap Jihad Demi Bela Kemanusiaan
Ummufatih Ghoziah memegang poster Free Palestine Now saat aksi bela Palestine di Tugu Adipura. MTVL/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah perempuan bercadar hitam menghiasi Tugu Adipura, Bandar Lampung. Ada yang membawa poster juga yang berteriak lantang menyerukan jihad. Semua turun ke jalan bersama-sama dalam aksi bela Palestina. Mereka siap berjihad demi agama dan kemanusiaan.

Dila (14) anggota Komunitas Ghoib Panjang, mengaku siap jika diminta untuk berangkat ke Palestina membela saudara-saudara muslim yang saat ini sedang terlibat konflik kemanusiaan dengan Israel.

“Aksi ini saya ikuti atas panggilan hati, kalau pemerintah meminta pemuda-pemudi muslim Indonesia untuk berperang pasti jawaban kami siap. Karena itu termasuk salah satu bentuk Jihad,” kata dia dengan bersemangat saat mengikuti aksi bela Palestina, Rabu, 19 Mei 2021. 

Gadis yang masih duduk dibangku kelas tiga sekolah menengah pertama (SMP) itu mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan Israel terhadap palestina sudah menyakiti hati seluruh muslim Dunia.

“Lihat di TV atau sosial media, mereka membombardir rumah sakit, gedung media, masjid, dan tidak memandang bulu. Itu sudah termasuk melanggar hak asasi manusia, hak untuk hidup,” ujarnya. 

Selain Dila, ada Ummufatih Ghoziah. Ia adalah seorang pengurus pondok pesantren. Sambil menggenggam poster bertuliskan ‘Free Palestine Now’, Ia mengatakan siap berjihad demi kemanusiaan.

“Kami insyaallah siap untuk Jihad, jika memang itu sudah ditakdirkan kepada kami. Karena apa yang mereka rasakan pasti kami juga ikut merasakannya,” kata dia.

Ibu satu anak itu datang bersama 25 orang lainnya dari pondok pesantren Hidayatullah Bandar Lampung. Ia merasa terpanggil atas penderitaan yang dirasakan oleh udara muslim di Palestina.

“Meskipun seorang perempuan, kami selalu terpanggil hatinya saat mendengar adanya kekerasan atau ketidakadilan yang diterima baik sesama muslim atau tidak,” ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait