#KONFLIKAFGHANISTAN

Perdana Menteri Pakistan Minta Komunitas Internasional Dukung Afghanistan

Perdana Menteri Pakistan Minta Komunitas Internasional Dukung Afghanistan
PM Pakistan Imran Khan. (AFP)


Islamabad (lampost.co) -- Perdana Menteri Pakistan Imran Khan meminta komunitas internasional untuk mendukung masyarakat Afghanistan. Menurutnya, saat ini ada kesempatan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Afghanistan yang disebutnya sudah berlangsung selama 40 tahun.

 Berbicara dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) ke-29 di Dushanbe, Khan meminta agar momen saat ini tidak disia-siakan.

"Perubahan mendadak dari pemerintahan sebelumnya di Afghanistan telah mengejutkan semua orang. Berkuasanya Taliban dan penarikan penuh pasukan asing telah menciptakan realitas baru di Afghanistan," tutur Khan, dilansir dari laman Yeni Safak, Sabtu, 18 September 2021.

Semua itu terjadi tanpa pertumpahan darah, tanpa ada perang sipil, dan tanpa ada eksodus massal pengungsi," klaimnya.

Baca juga: Indonesia Dukung segera Digelar Perundingan Intra-Afghanistan

Menurut Khan, prioritas saat ini adalah mencegah krisis kemanusiaan dan ekonomi di Afghanistan. Ia menilai potensi krisis sangat besar karena pemerintahan terdahulu di Afghanistan begitu tergantung pada dana bantuan asing.

Ia mendesak negara-negara anggota SCO dan komunitas internasional untuk mendukung masyarakat. Ia tidak ingin di momen saat ini, masyarakat dunia justru menebar hal-hal negatif atau propaganda menyesatkan.

"Hal semacam itu hanya akan merusak prospek perdamaian yang begitu dibutuhkan masyarakat Afganistan," tutur Khan.

Kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, Khan memuji komitmen melanjutkan bantuan untuk masyarakat Afghanistan. Salah satu komitmen itu terlihat dari perpanjangan misi diplomatik PBB untuk Afghanistan (UNAMA) selama enam bulan. Sementara kepada Taliban, Khan meminta mereka untuk memenuhi janji menjalankan pemerintahan inklusif.

 Senin kemarin, negara-negara donor mengalokasikan total USD1 miliar untuk bantuan kemanusiaan ke Afghanistan.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait