#ekspor#pertanian#manggis

Perdana, Manggis Lampung Diekspor ke Denmark secara Langsung

Perdana, Manggis Lampung Diekspor ke Denmark secara Langsung
Pelepasan ekspor pertanian oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Provinsi Lampung, Jumat, 31 Desember 2021. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Balai Karantina Pertanian Provinsi Lampung melepas ekspor langsung perdana buah manggis, durian, dan rambutan. Komoditas hortikultura yang berasal dari Kabupaten Tanggamus ini dikirim ke Denmark lewat PT. Surya Elok Sejahtera. 

Kepala Balai Karantina Pertanian Lampung, Muh Jumadh menjelaskan, total ekspor tersebut mencapai 3,8 ton dengan nilai Rp228 juta. 

"Sebelumnya harus selalu lewat daerah lain, seperti Jakarta maupun Denpasar," dia, Jumat, 31 Desember 2021. 

Baca: Nilai Ekspor Pertanian Lampung selama 2021 Capai Rp14,1 Triliun

 

Ia menyebut, keberhasilan mengekspor komoditas secara langsung ini diraih dengan tidak mudah.

"Kerja sama semua pihak dibutuhkan dalam upaya mendorong ekspor komoditas pertanian unggulan daerah sesuai implementasi dari Kementan Nomor 42 tahun 2020 Tentang Badan Karantina Pertanian sebagai Task Force Gratieks," ujarnya. 

Beberapa upaya yang telah dilakukan di antaranya melalui bimbingan teknis ekspor manggis yang meliputi pernyaratan, registrasi kebun, dan registrasi packing house.

“Pengguna jasa untuk ekspor manggis tujuan Denmark telah memiliki packing house di Kabupaten Tanggamus. Srtinya kelengkapan persyaratan administrasi sudah memenuhi syarat untuk ekspor buah,” ujar dia.

Jumadh mengatakan, ekspor buah ini bisa menjadi langkah awal dari pemanfaatan peluang manggis di Kabupaten Tanggamus yang mencapai 79.854 hektare dengan angka produksi sebesar 35.811 ton.

"Manggis ini akan terus melaju di pasar dunia,” tegas dia. 

Ia juga mengaku telah melakukan upaya pemangkasan birokrasi demi peningkatan percepatan pelayanan di pelabuhan. 

"Saat ini Karantina Pertanian Lampung menjalankan Program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) di Pelabuhan Panjang melalui pelayanan terpadu atau Tempat Pemeriksaan Terpadu (TPK) dengan penerapan Single sub Mission (Ssm) Karantina-Bea Cukai," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait