#beritalampung#beritabandarlampung#ekbis#eksporimpor

Perdana di 2023, 100 Ton Lada Hitam Lampung Diekspor ke Tiongkok

Perdana di 2023, 100 Ton Lada Hitam Lampung Diekspor ke Tiongkok
Foto : Dok/Balai Karantina Pertanian Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co): Balai Karantina Pertanian Lampung melakukan ekspor perdana lada biji asal Lampung sebanyak 100 ton. Adapun ekspor perdana di 2023 ini dilakukan dengan negara tujuan Tiongkok.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung Donni Muksydayan mengatakan, bahwa lada hitam merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan asal Provinsi Lampung dan menjadi salah satu primadona.

"Saat ini lada Lampung telah merambah pasar internasional. Selain kopi, lada hitam asal Lampung juga menjadi komoditas potensial ekspor dan telah menyumbangkan devisa bagi negara," kata Donni Muksydayan, Jumat, 13 Januari 2023.

Ia mengatakan dengan potensi yang dimiliki Provinsi Lampung menjadikan upays Balai Karantina untuk terus mendorong ekspor lada biji di asal Lampung agar mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

"Kami akan terus mengupayakan ekspor lada biji dari Provinsi Lampung ini meningkat dari tahun sebelumnya. Karena peningkatan volume ekspor akan mempengaruhi pendapatan para petani lada," ungkapnya.

Adapun sebelum lakukan ekspor pihaknya lakukan pemeriksaan fisik dan melakukan pengambilan sampel terhadap komoditas yang telah dilaporkan pada aplikasi PPK Online (Permohonan Pemeriksaan Karantina) secara ketat. Hal tersebut untuk memastikan kualitas.

"Komoditas lada biji yang diperiksa adalah berdasarkan surat permohonan tindakan karantina yang telah diajukan oleh pemilik melalui PPK Online. Pemeriksaan meliputi pengecekan kode kemasan, kesesuaian volume, jenis, dan jumlah kemasan untuk melihat kesesuaian dengan dokumen pengajuannya," katanya.

Dimana nantinya sampel akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagai pemenuhan persyaratan dari negara tujuan. "Hal ini menjadi syarat sejumlah negara, dan kita harus memenuhi syarat karena dari segi kualitas lada kita cukup bersaing di pasar internasional dan menjadi minat," kata dia.

Berdasarkan data IQFAST (Indonesia Quarantine Full Automation System) Badan Karantina Pertanian, tahun 2022 Provinsi Lampung telah mengekspor lada biji sebanyak 13.898 ton.

"Untuk nilai ekonomi sebesar Rp7,68 triliun, dengan frekuensi pengiriman sebanyak 611 kali. Sedangkan untuk jenis lada bubuk sebanyak 9.315 kg atau senilai Rp643 juta dengan frekuensi pengiriman sebanyak 48 kali," jelas dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait