#rerie

Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Butuh Kolaborasi dan Nasionalisme Kuat

Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Butuh Kolaborasi dan Nasionalisme Kuat
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Percepatan pembangunan berkelanjutan sangat penting untuk mengakselerasi pemanfaatan bonus demografi. Hal itu sebagai salah satu modal memenangi persaingan di kancah global. Semangat gotong-royong dan nasionalisme anak bangsa harus terus ditumbuhkan untuk mewujudkan capaian tersebut. 

"Upaya percepatan pembangunan berkelanjutan harus dilakukan secara sistematis lewat kolaborasi semua pihak agar bonus demografi kelompok usia produktif bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 2 Desember 2022. 

Menurut dia, indeks daya saing daerah berkelanjutan yang diterbitkan pemerintah harus segera ditindaklanjuti dengan segera lewat berbagai langkah nyata. 

Para pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, harus benar-benar memahami kelebihan dan kekurangan yang ada di wilayahnya. Sehingga upaya percepatan pembangunan di daerah lebih terarah dan sesuai rencana. 

Menurut anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu, pemanfaatan bonus demografi Indonesia yang saat ini memiliki 69,3% kelompok usia produktif harus maksimal untuk percepatan pertumbuhan ekonomi negeri. 

Bila tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kelompok usia produktif berpotensi hanya menjadi beban negara. 

Percepatan pembangunan berkelanjutan bisa direalisasikan sesuai rencana itu dengan gerakan bersama segenap anak bangsa. Untuk mewujudkannya berbekal semangat gotong-royong dan nasionalisme yang tinggi. 

"Penanaman nilai-nilai kebangsaan itu harus dilakukan sistematis dan konsisten. Sehingga kelompok usia produktif yang dimiliki dapat berperan aktif semaksimal mungkin dalam proses percepatan pembangunan berkelanjutan yang direncanakan," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait