#Covid-19#Omicron

Perbedaan Sakit Kepala Biasa dengan Gejala Omicron

Perbedaan Sakit Kepala Biasa dengan Gejala Omicron
Ilustrasi sakit kepala. Dok Freepik


Jakarta (Lampost.co) -- Pasien covid-19 varian Omicron akan mengalami gejala mirip seperti flu biasa. Salah satu gejala yang umum terjadi ialah sakit kepala. 

Sakit kepala akibat Omicron ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan sakit kepala biasa. Ada empat tanda yang menunjukkan seseorang mengalami gejala sakit kepala akibat Omicron. 

Baca: IDI Lampung Imbau tak Samakan Omicron dengan Flu Biasa



Berikut perbedaan sakit kepala biasa dengan sakit kepala akibat Omicron dilansir dari Times of India:

 

Titik sakit kepala

Sakit kepala biasa umumnya menyerang satu sisi, entah di bagian kiri, kanan, tengah, belakang, maupun depan. Sedangkan, sakit kepala akibat Omicron dapat terjadi di dua sisi secara bersamaan dan cenderung lebih intens. Tak jarang, penderita Omicron dapat merasakan tegang dan sakit di seluruh sisi kepala. 

 

Intensitas sakit kepala

Intensitas sakit kepala akibat Omicron sebagian besar terasa sedang hingga parah. Rasanya seperti berdenyut, menekan, atau menusuk, yang jarang terjadi pada sakit kepala biasa. 

 

Sakit kepala disertai peradangan

Menurut para ahli, sakit kepala dalam kasus Omicron bisa menjadi reaksi peradangan tubuh saat melawan virus. Saat virus berkembang biak pada sistem pernapasan, virus juga memengaruhi sinus, yang menyebabkan peradangan.

Hal yang sama terjadi pada varian Omicron. Jadi, sakit kepala biasanya terjadi dengan peradangan pada sinus. Jika kamu menderita masalah infeksi sinus maka sakit kepala bisa lebih buruk. 

 

Sakit kepala berhari-hari

Sakit kepala yang disebabkan varian Omicron juga berlangsung selama beberapa hari, meski penderita sudah meminum obat penghilang rasa nyeri secara teratur. Namun, ada pula sakit kepala yang terasa berat tapi bukan varian Omicron, yakni migrain. 

Setelah mengalami empat tanda sakit kepala ini, sebaiknya Anda segera melakukan tes swab antigen atau polymerase chain reaction (PCR). Segera konsultasi ke dokter dan lakukan karantina mandiri apabila hasil positif. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait