#perbankan#bankindonesia#wabahcovid-19#ekbis

Perbankan Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan

( kata)
Perbankan Diimbau Patuhi Protokol Kesehatan
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Bank Indonesia meminta seluruh kantor bank untuk dapat memenuhi protokol pencegahan Covid-19 secara ketat dalam setiap kegiatan layanan penukaran uang di kantor bank dan layanan penarikan atau penyetoran uang melalui mesin otomatis kas.

Protokol kesehatan itu diantaranya seperti menggunakan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing. Selain itu, uang yang akan beredar di masyarakat juga telah dikarantina selama 14 hari terlebih dahulu oleh pihak Bank Indonesia sebelum diedarkan kepada masyarakat.

"Dalam rangka mendukung penyiapan uang tunai dan kelancaran layanan penukaran uang secara nasional Bank Indonesia telah menyusun strategi yang tepat demi terciptanya rasa aman untuk semua," kata Kepala KPw BI provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, Rabu, 6 Mei 2020.

Adapun strategi tersebut, lanjut dia, dengan berkoordinasi dengan perbankan dan penyelenggara jasa pengelolaan uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di berbagai mesin otomatis dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat.

Selanjutnya, kata Budiharto, untuk terus menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket perbankan sehingga masyarakat mudah untuk memperoleh uang. Serta memastikan seluruh kegiatan pengelolaan uang yang memperhatikan aspek K3.

"Untuk menjaga kelancaran dan memfasilitasi kegiatan perekonomian dan kebutuhan masyarakat di tengah upaya penanggulangan pandemi Covid-19, khususnya pada periode Ramadan dan Idulfitri, Bank Indonesia telah menempuh langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran nasional," katanya.

Ia mengatakan dengan mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui digital banking, uang elektronik, QR Code pembayaran dengan standar QRIS serta menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran tunai dan non-tunai antara lain melalui pengurangan waktu operasional dan implementasi split operation.

"Kita upayakan untuk sediakan uang layak edar dalam jumlah yang memadai dan higienis serta layanan penukaran uang di seluruh Indonesia khusus periode Ramadan tahun 2020. Serta mendukung akselerasi penyaluran dana bansos pemerintah antara lain PKH, BLT, kartu sembako dan bantuan lain," tutup dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait