#imlek

Perayaan Imlek Diharapkan Tak Ada Politik

Perayaan Imlek Diharapkan Tak Ada Politik
Seorang pengurus Wihara Amurwa Bhumi Graha sedang memasang lampion di halaman wihara, Jumat, 20 Januari 2023. Lampost.co/Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung, Mohammad Bahrudin, mengatakan masyarakat Tionghoa yang merayakan tahu baru Cina (Imlek) dapat menjaga kemurnian perayaan dan tak ada intervensi politik. 

"Mengingat 2023 sebagai tahun politik, FKUB meminta agar perayaaan lmlek dapat betul-betul terjaga kemurniannya dari intervensi atau kepentingan politik praktis," kata Mohammad Bahrudin, Sabtu, 21 Januari 2023. 

Ia mengharapkan masyarakat Tionghoa dapat menjalankan tahun baru imlek secara damai dan tidak terpengaruh dari intervensi serta dapat menghindari politik identitas.

"Masyarakat Tionghoa di Lampung kiranya dapat menyambut dan merayakan lmlek 2023 dengan penuh syukur, khidmat dan suka cita, karena perayaan lmlek tahun ini yang pertama setelah lndonesia terbebas dari Pandemi Covid-19," kata dia. 

Menurutnya, tradisi dan ritual sujud syukur seluruh seremoni dalam rangka perayaan lmlek sebagai warisan budaya leluhur turun temurun sejak ribuan tahun yang lalu, kiranya dapat memupuk solidaritas dan toleransi antar etnis dan antar umat beragama. 

"Khususnya melalui budaya pemberian angpau, bakti sosial serta pertunjukan barongsai, sehingga pembauran seluruh elemen anak bangsa dapat benar-benar terwujud dan kesan eksklusif semakin sirna, di Lampung yang majemuk ini," jelas dia 

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Lampung diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada warga masyarakat Tionghoa untuk merayakan lmlek dalam suasana kondusif sebagai bentuk saling pengertian, menghormati dan menghargai keberagaman. 

"Mari ciptakan kerukunan sejati antar umat beragama dapat benar-benar dirasakan secara nyata di Lampung," tutup dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait