#jembatanrusak#jembatan

Peratin bakal Dimintai Keterangan Buntut Ambruknya Jembatan Gantung di Pesibar

Peratin bakal Dimintai Keterangan Buntut Ambruknya Jembatan Gantung di Pesibar
Jembatan gantung di Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Barat ambruk pada Jumat, 6 Mei 2022. Dok Istimewa


Krui (Lampost.co) -- DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) akan memanggil Peratin (Kepala Desa) Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan terkait ambruknya jembatan gantung di wilayah tersebut pada Jumat, 6 Mei 2022, lalu. 

Wakil Ketua DPRD Pesibar, Ali Yudiem mengatakan, selain peratin, pihaknya juga akan memanggil Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) guna meminta penjelasan atas insiden tersebut. Sebab, jembatan gantung yang ambruk merupakan akses penting yang menghubungkan Pemangku Biha Tuha dan Pemangku Way Nipah.

"Rencananya pekan ini," kata Ali, Selasa, 10 Mei 2022.

Baca: Jembatan Gantung di Pesisir Barat Ambruk karena Kapasitas Berlebih

  

Menurut dia, jembatan itu dibangun pada 2009 dari dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang kemudian direhab dua tahun lalu. Peratin, kata dia, semestinya lebih paham jika ambruknya jembatan itu akibat overkapasitas.

"Kita berharap peristiwa ini jangan sampai terulang. Berapa kekuatan maksimal kapasitas kemampuan menahan beban jembatan itu harus disesuaikan," kata dia.

Sebelumnya, jembatan gantung di Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan ambruk pada Jumat, 6 Mei 2022. Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah warga dan pengendara teperosok ke sungai.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun, ada warga yang mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas Biha untuk mendapat perawatan.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait