#pembunuhan#kriminal#peristiwa

Perampok Sadis di Lamteng Dibunuh Ayah dan Adik Kandung

Perampok Sadis di Lamteng Dibunuh Ayah dan Adik Kandung
Kapolres Lamteng, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, saat konferensi pers pembunuhan di Mapolres Lamteng, Senin, 4 April 2022. Lampost.co/Raeza


Gunungsugih (Lampost.co) -- Pembunuhan antara anggota keluarga terjadi di Kampung Dusun Pulo kangkung, Kampung Rengas, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah.

Aksi kriminal itu terjadi terhadap korban Firman Firdaus (36) yang dilakukan ayah korban Sahri (65) serta dua adik korban, yaitu Riswan Efendi (27) dan Deni Irawan (31). Atas perbuatan tersebut, ketiga pelaku kini ditahan aparat Polres Lamteng.

Kapolres Lamteng, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, menjelaskan dalam pengungkapan kasus itu keluarga menutupi kematian korban. Hal itu membuat anggotanya merasa curiga.  

"Dari keterangan keluarga, korban sangat meresahkan masyarakat dan keluarga. Dua tahun lalu, korban baru keluar dari penjara atas kasus Pasal 365, perampokan bersenpi," kata Doffie, Senin, 4 April 2022. 

Setelah bebas, lanjutnya, korban masih berulah dan melakukan tindak pidana serupa hingga kerap mengamuk saat di rumah. Hal itu turut menyulut emosi keluarga.

Kasat Reskrim Polres Lamteng, AKP Edy Qorinas, mengatakan berdasarkan keterangan tersangka, korban kerap berprilaku arogan hingga membahayakan keluarga dan lingkungan sekitar. Hal itu yang membuat ayah dan kedua adik korban secara spontan membunuhnya saat di rumah. 

"Pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan warga karena tiba-tiba mendengar pengumuman di masjid kalau korban meninggal dunia. Sebab, sebelumnya korban terlihat sehat," ujar Edy.

Untuk itu, jajarannya memintai keterangan terhadap ayah korban. Namun, saat itu datang adik korban, Riswan, dan langsung mencoba kabur karena mengetahui sedang ada polisi di rumah. Untuk itu, petugas langsung meringkus keduanya. Selanjutnya, anggotanya juga membekuk tersangka lainnya, yaitu Deni, di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian. 

Menurut keterangan tersangka, pembunuhan itu dilakukan dengan memukul korban Firman mengunakan balok kayu dengan posisi kaki dan leher terikat tali. "Setelah meninggal, tali di kaki dan leher korban dipotong dengan golok," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait