#pencurian#kriminal#beritalampung

Perampok Harta Tetangga Diringkus Usai Buron 5 Tahun

Perampok Harta Tetangga Diringkus Usai Buron 5 Tahun
Seorang perampok berinisial MN alias Kemis (56) ditangkap petugas Polsek Gunung Labuhan, dikediamannya wilayah Kampung Bengkulu Tengah, Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan, Sabtu, 10 Juli 2021, sekitar pukul 00.15 WIB. Dok


Way Kanan (Lampost.co) -- Seorang perampok berinisial MN alias Kemis (56) ditangkap petugas Polsek Gunung Labuhan, dikediamannya wilayah Kampung Bengkulu Tengah, Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan, Sabtu, 10 Juli 2021, sekitar pukul 00.15 WIB.

Tersangka menjadi buronan polisi selama lima tahun setelah melakukan perampokan bersama dua rekannya di rumah Timan, yang tidak jauh dari kediamannya, yaitu di Dusun 1 Kampung Bengkulu, Kecamatan Gunung Labuhan, pada 14 Agustus 2016 silam, sekitar pukul 02.30 WIB.

Kasatreskrim Polres Way Kanan, Iptu Des Herison Syafutra, menjelaskan peristiwa perampokan itu diketahui korban Fauzan yang terbangun dari tidur karena mendengar adanya keributan. Sebab, ayah korban, Timan, sedang menghalangi orang lain masuk ke dalam rumah. 

"Namun, aksi kejahatan yang dilakukan tiga pelaku itu menodong korbannya dengan senjata api rakitan. Pelaku juga mengikat tangan dan kaki korban menggunakan tali gorden, serta mata korban diikat menggunakan handuk," kata Herison, Selasa, 13 Juli 2021.

Kemudian, pelaku menanyakan uang hasil penjualan lada, kontak motor Honda Revo BE 4894 WJ sambil menganiaya adik korban. Hasilnya, pelaku membawa motor, uang tunai Rp12 juta, selembar STNK mobil Suzuki Futura Carry, dan barang berharga lainnya.

"Lima tahun menjadi DPO, kami mendapatkan informasi satu tersangka sedang berada di rumahnya di Kampung Bengkulu Tengah. Untuk itu kami langsung menangkapnya. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan," ujarnya.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait