#perampokan#penembakan

Perampok BRI Link Lamtim Tembaki Polisi ala Film Koboi

Perampok BRI Link Lamtim Tembaki Polisi ala Film Koboi
Polda Lampung menggelar konferensi pers di RS Bhayangkara, Minggu, 30 Januari 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polda Lampung menceritakan peristiwa penangkapan pelaku perampokan BRI Link di Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) yang menewaskan pegawai bernama Leli Agustin (20) pada Jumat, 21 Januari 2022 lalu. Penangkapan sempat diwarnai adu tembak antara pelaku berinisial AD alias Rian (34) tersebut dengan pihak kepolisian. 


Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Reynold Elisa P Hutagalung menjelaskan, tersangka terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan aktif. Saat itu petugas sudah mengepung rumah AD dan memintanya untuk menyerahkan diri.

"Namun, pelaku dengan gagahnya seperti koboi menantang petugas. Dia memegang dua senjata api di tangan kanan dan kiri. Tidak hanya itu, pelaku melepaskan beberapa kali tembakan ke arah petugas," kata dia, saat konferensi pers di Mapolda Lampung, Minggu, 30 Januari 2022. 

Baca: Perampok BRI Link Lamtim Tewas Ditembak di OKU Timur

 

Kombes Reynold menyebut baku tembak berlangsung beberapa menit hingga akhirnya tersangka berhasil dilumpuhkan. Polisi menembak di bagian badan pelaku.

"Penangkapan di Ogan Komiring Ulu (OKU) Timur, Provinsi Sumatra Selatan pada Sabtu, 29 Januari 2022, sekitar pukul 17.00 WIB," ujar dia.

Setelah itu, pelaku dengan luka tembak tersebut dilarikan ke rumah sakit. Akan tetapi, AD dinyatakan tewas saat menjalani perawatan medis. 

"Pelaku dinyatakan meninggal dunia di RSUD Martapura," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad menambahkan, pada hari penangkapan, pelaku diketahui baru saja berpesta sabu bersama rekannya. Petugas menemukan barang bukti berupa alat hisap bong di lokasi kejadian.

“Ini ada korelasinya antara perbuatan mengandung keberanian dan kesadisan akibat penggunaan sabu,” katanya.

Dari penangkapan tersebut, polisi juga menyita tiga pucuk senjata api rakitan, 11 butir peluru aktif kaliber 9 mm, dan enam butir peluru aktif kaliber 5,56 mm.

"Kemudian sepeda motor merek Honda Verza warna merah, yang sudah diubah warna untuk beraksi," kata Pandra.

Jenazah AD dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan autopsi.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait